Pendidikan Menjadi Senjata Utama Melawan Degradasi Moral

  • 31 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Perdebatan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kemerosotan moral bangsa sering kali berujung pada saling tunjuk. Namun, Sofi Mubarok, Lc., M.A. Dekan Fakultas Humaniora Univ. Darussalam Gontor Ponorogo menegaskan bahwa mengganti pemimpin berkali-kali tidak akan membawa perubahan signifikan jika masyarakatnya tidak ikut berbenah melalui jalur pendidikan yang tepat dan bermoral. Perubahan sejati harus dimulai dari fondasi yang paling mendasar, yakni pola pikir masyarakat.

Mengutip pemikiran tokoh Islam Muhammad Abduh, Sofi menjelaskan bahwa kunci perubahan bangsa terletak pada pendidikan masyarakatnya. "Artinya nanti generasi ke depan juga akan menjadi lebih baik. Anak didiknya bermoral, karena guru menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya. Inilah inti dari pembangunan manusia yang berkualitas dan berkarakter," tegas Sofi

Pendidikan dalam konteks ini tidak hanya sekadar transfer ilmu pengetahuan, tetapi penanaman keteladanan yang konsisten. Guru memiliki peran sentral sebagai sosok yang harus memberikan contoh nyata dalam perilaku sehari-hari, agar siswa tidak hanya menghafal teori anti korupsi atau bahaya narkoba, tetapi juga mempraktikkannya.

Krisis yang terjadi hari ini adalah dampak dari rapuhnya pondasi pendidikan karakter. Ketika masyarakat kehilangan arah moral, mereka cenderung mudah terbawa arus tren negatif yang menawarkan solusi instan. Oleh karena itu, penguatan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan di sekolah maupun pesantren menjadi benteng pertahanan yang sangat krusial dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin masif.

Integrasi antara nilai-nilai keagamaan, seperti prinsip menjaga harta dan menjaga akal, harus menjadi bagian mendasar dari kurikulum kehidupan. Ketika seseorang memahami bahwa judi online adalah tindakan yang merusak diri sendiri dan orang lain, maka ia akan memiliki filter alami untuk menolak godaan.

Sebagai penutup dialog SANKSI (Suara Anti Narkoba, Korupsi,dan Judi), Sofi mengingatkan perjalanan bangsa selama 81 tahun merdeka adalah waktu yang cukup panjang untuk menyadari bahwa perubahan sejati dimulai dari diri sendiri. Fokus pemerintah harus dialihkan pada pembangunan manusia yang berkarakter, bukan sekadar infrastruktur fisik. Dengan memprioritaskan pendidikan yang melahirkan generasi bermoral, Indonesia optimis dapat memutus rantai kejahatan sistemik dan meraih masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....