KPK Perluas Pendidikan Antikorupsi lewat Program ACFFEST 2026
- 28 Apr 2026 10:54 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas jangkauan pendidikan antikorupsi kepada masyarakat, terutama generasi muda. Salah satu upayanya adalah menggelar movie day Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2026, di lapangan Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo pada Selasa malam (28/4/2026).
Koordinator ACFFEST 2026, Epi Handayani mengatakan, KPK menghadirkan ruang alternatif melalui medium film untuk menyampaikan pesan antikorupsi kepada masyarakat. Program yang memasuki tahun ke-12 ini menegaskan peran penting partisipasi publik dalam membangun budaya antikorupsi dengan mengusung tema ‘Dari Lensa, Integritas Terjaga!’.
“ACFFEST ini awalnya adalah wadah kaum muda untuk menyuarakan keresahan dan kegelisahan lewat karya film. Kenapa audio visual karena berdasarkan riset sederhana, masyarakat Indonesia itu audio visual sekali pada saat menerima pesan-pesan. Jadi ketika pesan itu disampaikan lewat film, maka mereka tidak merasa digurui, dan tahun ini memasuki tahun ke-12,” ujarnya saat berbincang dengan RRI Madiun.
“Jadi korupsi itu bukan melulu soal kerugian keuangan negara, tapi lebih kepada nilai-nilai antikorupsi yang akan kita sampaikan melalui film itu, termasuk titip absen, menyontek itu juga mengurangi nilai integritas,” tambahnya.
Aditya Budiman, koordinator ACFFEST 2026 mengungkapkan, KPK sengaja menggandeng sineas lokal untuk ikut berpartisipasi menyuarakan gerakan antikorupsi melalui film. Menurutnya, dari tahun ke tahun konsep dan ide film yang diproduksi pun mengalami perubahan.
“Awal-awal ACFFEST berdiri, film yang hadir konsepnya hard selling berbicara korupsi tapi semakin kesini kami mulai menyederhanakan film ACCFEST yaitu berkutat pada 9 nilai antikorupsi. Kami punya akronim ‘Jum’at bersepeda kaka’, artinya Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab. Lalu berani, sederhana, peduli, adil, disiplin dan kerja keras,” ungkapnya.
“Untuk tema film ACFFEST beberapa tahun ke belakang, ketika sebuah ide cerita sudah mempunyai salah satu, dua atau tiga dari 9 nilai antikorupsi, maka kita sebenarnya sudah bisa memproduksi film itu,” jelasnya.
Adit berharap gelaran ini mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat, sehingga nilai integritas tidak hanya dipahami, tetapi juga dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Selama lebih dari satu dekade, ACFFEST telah berkembang menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan sineas, akademisi, hingga komunitas dalam satu gerakan bersama.
Seperti diketahui, dalam rangkaian movie day 2026 yang digelar di lapangan Desa Watubonang, Ponorogo, masyarakat tidak hanya disuguhkan pemutaran film antikorupsi karya sineas lokal, tetapi juga sarasehan dan diskusi, musikalisasi puisi, mural, pembagian doorprize menarik, serta dihibur sanggar tari Selo Kencono dari SD Negeri 2 Watubonang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....