Jangan Sembarangan! Ini Cara Menyimpan Susu agar Tetap Segar dan Aman
- 25 Feb 2026 14:13 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Susu merupakan bahan pangan yang kaya nutrisi, mulai dari protein, kalsium, hingga vitamin D. Namun, kandungan gizi yang tinggi juga membuat susu mudah rusak bila tidak disimpan dengan benar. Cara penyimpanan yang kurang tepat dapat menyebabkan perubahan rasa, bau, bahkan memicu pertumbuhan bakteri berbahaya. Karena itu, penting mengetahui cara menyimpan susu agar tetap segar dan aman dikonsumsi.
Simpan di Kulkas dengan Suhu Stabil
Susu segar maupun susu pasteurisasi sebaiknya disimpan pada suhu 1–4 derajat Celsius. Menurut pedoman keamanan pangan dari World Health Organization, produk susu termasuk kategori pangan berisiko tinggi sehingga harus disimpan dalam rantai dingin (cold chain) untuk mencegah pertumbuhan bakteri seperti Salmonella atau E. coli.
Letakkan susu di bagian dalam kulkas, bukan di pintu, karena suhu di pintu cenderung berubah-ubah akibat sering dibuka dan ditutup.
Tutup Rapat dan Hindari Kontaminasi
Setelah menuang susu, segera tutup kembali kemasannya dengan rapat. Paparan udara dan tangan yang kurang bersih dapat mempercepat kontaminasi. Praktisi keamanan pangan juga menekankan pentingnya tidak meminum langsung dari kemasan untuk mencegah perpindahan bakteri dari mulut ke dalam susu.
Perhatikan Jenis Susu
Badan pengawas pangan seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia mengingatkan bahwa setiap jenis susu memiliki aturan penyimpanan berbeda:
- Susu UHT (Ultra High Temperature) boleh disimpan di suhu ruang sebelum dibuka. Namun setelah dibuka, harus masuk kulkas dan dikonsumsi dalam 3–4 hari.
- Susu pasteurisasi wajib disimpan di kulkas sejak pembelian dan umumnya hanya bertahan beberapa hari setelah dibuka.
- Susu bubuk sebaiknya disimpan di tempat kering, sejuk, dan tertutup rapat untuk mencegah kelembapan yang dapat merusak kualitasnya.
Jangan Biarkan Terlalu Lama di Suhu Ruang
Ahli mikrobiologi pangan menjelaskan bahwa bakteri dapat berkembang sangat cepat pada suhu ruang. Dalam waktu dua jam saja, jumlah bakteri bisa meningkat signifikan. Jika susu sudah berada di luar kulkas terlalu lama, terutama di cuaca panas, sebaiknya tidak dikonsumsi kembali.
Cek Tanggal Kedaluwarsa dan Kondisi Fisik
Selain melihat tanggal kedaluwarsa, perhatikan juga tanda-tanda kerusakan seperti bau asam, tekstur menggumpal, atau perubahan warna. Menurut para ahli gizi, mengonsumsi susu yang sudah rusak dapat memicu gangguan pencernaan seperti diare atau mual.
Jangan Campur Susu Lama dan Baru
Mencampur sisa susu lama dengan susu baru dapat mempercepat pembusukan karena bakteri dari susu lama dapat berkembang dan menyebar. Para pakar menegaskan bahwa penyimpanan yang benar bukan hanya menjaga rasa dan kualitas, tetapi juga melindungi kesehatan keluarga. Dengan menjaga suhu, kebersihan, dan memperhatikan masa simpan, susu dapat tetap segar serta aman dikonsumsi setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....