Keunikan Cita Rasa Nasi Balap Puyung Khas Lombok Bikin Warga Madiun Penasaran

  • 18 Agt 2026 12:18 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Cita rasa pedas dengan perpaduan rempah khas Lombok membuat nasi balap puyung mulai menarik perhatian warga Madiun. Kuliner khas Lombok Tengah ini diperkenalkan Fivi Bimar Dianti melalui usaha kulinernya di Kota Madiun. Nasi balap puyung memiliki komposisi yang sederhana, yakni nasi yang disajikan bersama ayam suwir, kacang kedelai, dan kentang mustofa. Meski demikian, perpaduan bumbu dan rasa pedas menjadi karakter yang membuat hidangan ini memiliki cita rasa tersendiri.

Fivi mengatakan, nasi balap puyung yang dibuatnya tetap mempertahankan rasa pedas sebagai ciri khas masakan Lombok. Namun, ia melakukan sedikit penyesuaian agar cita rasanya lebih mudah diterima oleh lidah masyarakat Madiun.

“Untuk cita rasanya tetap lebih ke pedas. Saya tambahkan sedikit gula, jadi agak manis sedikit. Tapi untuk pedasnya tetap nomor satu,” ujar Fivi dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Madiun belum lama ini.

Penyesuaian cita rasa tersebut rupanya mendapat respons positif dari pembeli. Dhea, salah satu pembeli nasi balap puyung khas Lombok, mengaku rasa pedas yang berpadu dengan sedikit rasa manis masih cocok dengan lidah masyarakat Madiun.

“Dari rasa masih cocok sama lidah orang Madiun. Meskipun pedas, tapi masih ada sedikit rasa manisnya. Paling suka sama olahan ayam suwirnya yang dipadukan sama nasi hangat, apalagi ada tambahan sate lilit,” ujar Dhea.

Salah satu perbedaan yang dilakukan Fivi terdapat pada tekstur ayam. Jika nasi balap puyung di Lombok cenderung lebih kering, ia membuat ayam suwir dengan tekstur yang lebih lembut agar sesuai dengan selera pelanggan di Madiun. Keunikan rasa juga diperkuat dengan penggunaan cabai kering dan terasi Lombok yang didatangkan langsung dari Lombok. Menurut Fivi, penggunaan terasi dari daerah asalnya memberikan karakter rasa yang berbeda dibandingkan terasi dari daerah lain.

Selain nasi balap puyung, Fivi juga menghadirkan sejumlah menu khas Lombok lainnya, seperti sate lilit, plecing kangkung, beberok, ikan bakar, dan ayam taliwang. Berbagai menu tersebut menggunakan racikan bumbu dengan rempah yang cukup kuat. Pada menu sate lilit, Fivi menggunakan dada ayam dan kelapa parut yang dipadukan dengan serai, kunyit, kencur, kemiri, serta terasi Lombok. Penggunaan serai dan jeruk limau turut memberikan aroma yang khas pada hidangan.

Keberadaan kuliner khas Lombok tersebut kemudian membuat masyarakat Madiun penasaran untuk mencoba. Tidak hanya warga asal Lombok yang tinggal di Madiun, pelanggan juga datang dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat lokal yang menyukai makanan pedas. Fivi mengaku tidak menyangka nasi balap puyung yang baru dirintis sekitar satu bulan mendapat respons yang cukup besar. Dari awalnya hanya menerima pesanan melalui sistem pre-order, kini nasi balap puyung sudah tersedia setiap hari.

Bagi Fivi, mempertahankan cita rasa menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kuliner khas Lombok kepada masyarakat Madiun. Di sisi lain, penyesuaian rasa dilakukan agar makanan tersebut tetap dapat dinikmati oleh lidah masyarakat setempat. Dengan karakter pedas, perpaduan rempah, serta penggunaan bahan khas Lombok, nasi balap puyung kini menjadi salah satu pilihan kuliner yang menawarkan pengalaman rasa berbeda bagi warga Madiun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....