Laba Alamtri Resources Melonjak, Tembus US$329 Juta di Semester I 2026
- 31 Agt 2026 14:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026. Perusahaan membukukan laba periode berjalan sebesar US$329,2 juta untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Angka tersebut meningkat dibandingkan laba periode berjalan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$194,9 juta. Kenaikan laba juga terlihat pada bagian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Pada semester I 2026, Alamtri Resources mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$309,4 juta, naik dari US$174,9 juta pada semester I 2025. Dengan demikian, laba yang menjadi bagian pemilik entitas induk mengalami kenaikan sekitar 76,8% secara tahunan.
Sementara itu, total laba periode berjalan Grup meningkat sekitar 68,9% dibandingkan semester I tahun sebelumnya. Laporan keuangan interim tersebut disajikan dalam ribuan dolar AS.
| Baca juga: Catat Tanggalnya! ADMR Siap Bagi Dividen |
Dokumen mencakup laporan keuangan konsolidasian interim Alamtri Resources dan entitas anak untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, dengan angka pembanding per 30 Juni 2025 untuk laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya.
Selain mencatat pertumbuhan laba, posisi aset perusahaan juga mengalami perubahan. Hingga 30 Juni 2026, total aset Alamtri Resources mencapai US$7,80 miliar, meningkat dibandingkan US$6,82 miliar pada 31 Desember 2025. Aset lancar tercatat sebesar US$2,66 miliar, sementara aset tidak lancar mencapai US$5,15 miliar.
Salah satu perubahan yang cukup mencolok terdapat pada persediaan. Per 30 Juni 2026, persediaan Grup tercatat sebesar US$505,1 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan US$116 juta pada akhir 2025. Persediaan tersebut terdiri atas aluminium, batubara, bahan bakar dan minyak pelumas, bahan baku untuk aluminium, suku cadang serta persediaan lainnya.
Persediaan aluminium menjadi salah satu komponen terbesar dengan nilai US$319,9 juta. Selain itu, persediaan batubara tercatat US$86 juta, bahan bakar dan minyak pelumas US$38,9 juta, serta bahan baku untuk aluminium sebesar US$33,8 juta.
Perubahan juga terjadi pada aset tetap. Pada akhir Juni 2026, aset tetap Alamtri Resources mencapai US$2,98 miliar, naik dari US$2,36 miliar pada 31 Desember 2025. Properti pertambangan tercatat US$534,6 juta, sedangkan investasi pada ventura bersama mencapai US$696,8 juta.
Dari sisi kas, Alamtri Resources masih memiliki posisi likuiditas yang besar meskipun kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 turun dibandingkan akhir 2025. Kas dan setara kas tercatat sebesar US$978,2 juta, dibandingkan US$1,04 miliar pada 31 Desember 2025.
Laporan arus kas menunjukkan, selama semester I 2026, perusahaan menerima utang bank sebesar US$453,3 juta. Pada periode yang sama, pembayaran dividen kepada pemegang saham perusahaan mencapai US$447,5 juta, sedangkan pembayaran dividen kepada kepentingan non-pengendali sebesar US$21,2 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat US$52,6 juta. Dengan berbagai aktivitas tersebut, kas dan setara kas mengalami penurunan bersih sebesar US$46,9 juta sepanjang periode berjalan.
Posisi kas pada awal periode tercatat US$1,04 miliar dan setelah memperhitungkan perubahan nilai tukar sebesar US$19 juta, kas dan setara kas pada akhir Juni 2026 berada di level US$978,2 juta. Di sisi lain, struktur bisnis Alamtri Resources menunjukkan keberadaan sejumlah entitas yang bergerak di sektor pertambangan, jasa pertambangan, investasi, pengolahan aluminium hingga penyediaan dan penjualan tenaga listrik.
Dalam laporan per 30 Juni 2026, Grup antara lain memiliki PT Alamtri Minerals Jasa Indonesia Tbk dengan kepemilikan efektif 85%, PT Saptaindra Sejati dengan kepemilikan 100%, serta sejumlah entitas pertambangan seperti PT Lahai Coal, PT Juloi Coal, PT Sumber Barito Coal dan PT Maruwai Coal dengan kepemilikan efektif 85%.
Di lini investasi dan pengembangan bisnis, laporan juga mencatat keberadaan PT Alamtri Baterai Indonesia dan PT Kalimantan Aluminium Metal Industry. Pada 30 Juni 2026, PT Alamtri Baterai Indonesia tercatat dengan kepemilikan efektif 85%, sementara PT Kalimantan Aluminium Metal Industry memiliki kepemilikan efektif 56%.
Kinerja semester I 2026 tersebut pada akhirnya tercermin dalam penghasilan komprehensif Grup. Total penghasilan komprehensif periode berjalan setelah pajak mencapai US$367,1 juta, meningkat tajam dibandingkan US$44,7 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari jumlah tersebut, US$334,3 juta diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan US$32,7 juta kepada kepentingan non-pengendali. Laporan tersebut memberikan gambaran bahwa hingga paruh pertama 2026, Alamtri Resources tidak hanya membukukan pertumbuhan laba, tetapi juga mencatat perubahan signifikan pada komposisi aset dan aktivitas pendanaan.
Dengan laba periode berjalan mencapai US$329,2 juta dan total aset menembus US$7,8 miliar, kinerja semester pertama menjadi bagian penting dari catatan keuangan Grup hingga 30 Juni 2026. (NK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....