Pasca Restrukturisasi, Laba BUMI Berhasil Tumbuh Sepanjang Tahun 2025
- 30 Mar 2026 10:55 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Kinerja keuangan PT Bumi Resources Tbk menunjukkan pemulihan yang semakin solid sepanjang 2025. Setelah melewati periode restrukturisasi dan tekanan komoditas beberapa tahun sebelumnya, perusahaan tambang batu bara ini mulai memperlihatkan fondasi bisnis yang lebih stabil, ditandai dengan pertumbuhan laba bersih serta perbaikan profitabilitas operasional. Pendapatan BUMI tercatat sebesar USD 1,42 miliar pada 2025, naik dari USD 1,35 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini mungkin tidak mencolok secara persentase, namun menjadi indikator penting bahwa perusahaan mampu menjaga volume penjualan dan harga jual di tengah dinamika pasar energi global. Yang lebih menarik, peningkatan tersebut diikuti oleh efisiensi biaya yang mulai terlihat nyata.
Beban pokok pendapatan justru turun menjadi USD 1,17 miliar dari USD 1,19 miliar pada 2024. Kombinasi antara pendapatan yang naik dan biaya yang turun mendorong laba bruto melonjak signifikan menjadi USD 249 juta, dibandingkan USD 169 juta pada tahun sebelumnya. Dengan kata lain, margin keuntungan BUMI mengalami ekspansi yang cukup tajam. Perbaikan juga tercermin pada laba usaha yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD 141,3 juta dari USD 61 juta di 2024. Ini menunjukkan bahwa efisiensi tidak hanya terjadi di tingkat produksi, tetapi juga pada pengelolaan beban operasional yang relatif terkendali.
Di luar operasional inti, kontribusi dari entitas asosiasi dan ventura bersama masih menjadi salah satu penopang penting, meskipun sedikit menurun menjadi USD 70,7 juta dari USD 86,3 juta. Sementara itu, beban bunga dan keuangan meningkat menjadi USD 26,7 juta, mencerminkan masih adanya tekanan dari struktur pembiayaan perusahaan. Namun demikian, tekanan tersebut berhasil diimbangi oleh kinerja operasional yang lebih kuat. Laba sebelum pajak naik menjadi USD 181 juta dari USD 121,9 juta pada 2024. Setelah dikurangi beban pajak, laba bersih tahun berjalan mencapai USD 122,3 juta, meningkat dari USD 90,1 juta pada tahun sebelumnya.
Yang tak kalah penting, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik menjadi USD 81 juta, dari USD 67,4 juta di tahun sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa pemegang saham mulai kembali menikmati hasil dari perbaikan kinerja perusahaan. Dari sisi neraca, total aset BUMI meningkat menjadi USD 4,21 miliar, sementara ekuitas juga menguat menjadi USD 2,88 miliar. Perusahaan juga mencatat perbaikan arus kas operasional yang berbalik positif menjadi USD 58,6 juta, dari posisi negatif pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan kualitas laba yang lebih sehat, didukung oleh kas nyata dari aktivitas bisnis.
| Baca juga: Laba GEMS Terpangkas, Margin Tetap Kokoh |
Langkah strategis seperti kuasi reorganisasi yang dilakukan sebelumnya juga mulai menunjukkan dampaknya. Dengan menghapus akumulasi rugi masa lalu, BUMI kini memiliki struktur permodalan yang lebih bersih, memberikan ruang untuk ekspansi dan penguatan bisnis ke depan. Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi titik balik penting bagi BUMI. Pertumbuhan laba yang konsisten, efisiensi biaya, serta perbaikan arus kas menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi mulai kembali berada di jalur pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.
Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....