Grup Perusahaan Prajogo Pangestu Masuk Bisnis Bahan Bakar Avtur

  • 28 Agt 2026 14:24 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Grup perusahaan yang berada di bawah Chandra Asri Group (TPIA) mulai memperluas bisnisnya ke sektor bahan bakar penerbangan. Aster, bagian dari Chandra Asri Group, telah menyepakati akuisisi saham dan akan menjadi pemegang saham strategis di Changi Airport Fuel Hydrant Installation Pte. Ltd. (CAFHI).

Kesepakatan yang diumumkan di Singapura pada 28 Agustus 2026 tersebut menjadi langkah Aster untuk masuk lebih jauh ke rantai bisnis bahan bakar penerbangan. Melalui kepemilikan di CAFHI, Aster akan bergabung dengan sejumlah perusahaan energi internasional dalam menyediakan bahan bakar penerbangan secara langsung kepada maskapai penerbangan internasional di Bandara Changi Singapura.

Transaksi tersebut belum sepenuhnya rampung. Aster menyatakan penyelesaian akuisisi masih bergantung pada persetujuan yang diperlukan dan pemenuhan persyaratan penyelesaian transaksi yang lazim berlaku. Nilai transaksi maupun besaran saham yang akan diakuisisi tidak disebutkan dalam dokumen tersebut.

Bagi Aster, masuk ke CAFHI menjadi bagian dari strategi yang lebih besar di bisnis bahan bakar penerbangan. Deputy CEO Aster Andre Khor mengatakan akuisisi kepemilikan strategis di CAFHI merupakan langkah penting dalam ekspansi perusahaan ke sektor bahan bakar penerbangan.

Menurut Khor, investasi tersebut akan melengkapi kegiatan operasional Aster di bidang pengolahan dan penyimpanan. Pada saat yang sama, langkah ini juga berkaitan dengan kapabilitas perusahaan yang terus berkembang dalam pengembangan sustainable aviation fuel atau SAF.

CAFHI memiliki peran dalam infrastruktur bahan bakar penerbangan Bandara Changi. Perusahaan tersebut menyediakan fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar penerbangan untuk mendukung operasional maskapai penerbangan di bandara tersebut.

CAFHI juga memiliki sejumlah perusahaan energi internasional terkemuka sebagai pemegang saham. Struktur kepemilikan tersebut mencerminkan posisi CAFHI dalam ekosistem bahan bakar penerbangan di kawasan.

Langkah Aster tidak berhenti pada bahan bakar penerbangan konvensional. Perusahaan juga tengah mengembangkan kapabilitas di sektor SAF. Aster bekerja sama dengan Aether Fuels untuk mengembangkan fasilitas SAF generasi berikutnya di Pulau Bukom.

Selain itu, Aster bersama Keppel melalui Infrastructure Division sedang mengkaji pengembangan fasilitas SAF berskala komersial di Pulau Jurong. Fasilitas tersebut akan mengolah etanol menjadi bahan bakar penerbangan.

Rangkaian investasi dan pengembangan tersebut memperlihatkan bagaimana Aster membangun bisnis bahan bakar penerbangan dari beberapa sisi, mulai dari produksi hingga penyimpanan dan distribusi. Perusahaan menyatakan berbagai inisiatif itu merupakan bagian dari strategi membangun platform energi dan infrastruktur yang terintegrasi.

Strategi tersebut mencakup produksi, penyimpanan, dan distribusi, sekaligus mendukung perkembangan bahan bakar penerbangan dan sektor mobilitas di Singapura serta kawasan.

Aster sendiri merupakan bagian dari Chandra Asri Group. Portofolio bisnisnya di Asia Tenggara terbagi dalam tiga pilar strategis, yakni energi dan kimia, infrastruktur terintegrasi, serta solusi mobilitas.

Pada sektor energi dan kimia, Aster memiliki fasilitas kilang dengan kapasitas lebih dari 300.000 barel per hari. Perusahaan juga memiliki fasilitas naphtha cracker berkapasitas 1,1 juta ton per tahun di Pulau Bukom serta aset kimia hilir dengan kapasitas sekitar 2,5 juta ton per tahun di Jurong Island.

Sementara itu, pilar infrastruktur terintegrasi Aster mencakup pembangkit listrik dan utilitas, pelabuhan dan penyimpanan, serta infrastruktur lain yang mendukung operasional industri dan konektivitas kawasan.

Pada pilar solusi mobilitas, Aster memiliki bisnis ritel dan bahan bakar serta infrastruktur penerbangan. Perusahaan juga memperkuat kehadirannya di sepanjang rantai nilai mobilitas melalui rencana akuisisi Cycle & Carriage.

Masuknya Aster ke CAFHI menambah bisnis infrastruktur penerbangan ke dalam portofolio tersebut. Bersama pengembangan SAF di Pulau Bukom dan kajian fasilitas SAF di Pulau Jurong, Aster kini memperluas keterlibatannya dalam penyediaan bahan bakar penerbangan, baik konvensional maupun rendah karbon.

Secara keseluruhan, Aster menyebut ketiga pilar bisnis tersebut sebagai platform terintegrasi untuk mendukung kebutuhan energi, infrastruktur, dan mobilitas Asia Tenggara yang terus berkembang. (NK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....