Kurangi Impor, Danantara Berinvestasi di Emiten Milik Prajogo Pangestu
- 03 Mar 2026 10:59 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Di tengah upaya pemerintah Indonesia untuk memperdalam struktur industri manufaktur dan menekan defisit neraca perdagangan, sebuah konsorsium yang melibatkan pengelola dana negara dan raksasa petrokimia swasta telah menyepakati komitmen modal besar. Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA) secara resmi menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) dengan Chandra Asri Group untuk mendanai pembangunan pabrik Chlor Alkali Ethylene Dichloride (CA-EDC). Proyek yang berlokasi di Cilegon, Banten ini memiliki nilai total mencapai USD 800 juta dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dalam struktur pendanaan yang disepakati, Danantara dan INA bertindak sebagai investor strategis dengan total suntikan modal bersama sebesar USD 200 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai fasilitas industri yang akan dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan dari Chandra Asri Group. Langkah ini merupakan respon langsung terhadap ketergantungan kronis Indonesia pada impor bahan baku kimia dasar. Pabrik ini dirancang untuk memproduksi dua komoditas krusial:
- Caustic Soda: Bahan baku esensial untuk produksi sabun, deterjen, pemurnian alumina, dan pembuatan kertas. Fasilitas ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton.
- Ethylene Dichloride (EDC): Komponen utama dalam industri konstruksi dan pengemasan, dengan target kapasitas produksi mencapai 500.000 ton per tahun.
Bagi pemerintah, investasi ini adalah bagian dari agenda hilirisasi yang lebih luas. Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menekankan bahwa kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui penciptaan nilai tambah domestik. Sementara itu, Eddy Porwanto dari INA menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan mandat jangka panjang lembaga tersebut untuk menggerakkan modal pada sektor prioritas nasional.
Selain penguatan rantai pasok, proyek ini menjanjikan dampak ekonomi riil bagi wilayah Banten. Erwin Ciputra, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, memproyeksikan penciptaan lapangan kerja sebanyak 3.000 posisi selama fase konstruksi dan 250 posisi saat operasional penuh dimulai pada tahun 2027.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga membuka pintu ekspor untuk EDC, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada devisa negara. Dengan standar teknologi tinggi dan kepatuhan pada prinsip keberlanjutan, fasilitas CA-EDC ini diposisikan sebagai fondasi baru bagi daya saing industri kimia Indonesia di pasar global. Keberhasilan kolaborasi antara badan investasi negara yang baru dibentuk, Danantara, dengan INA dan pemain sektor swasta terbesar di industri petrokimia menandakan babak baru dalam sinergi modal publik-swasta di Indonesia. (NK)
Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.