Laba BREN Tumbuh di tengah Tantangan
- 27 Mar 2026 11:05 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - PT Barito Renewables Energy Tbk menunjukkan bahwa stabilitas operasional masih menjadi mata uang utama dalam bisnis energi terbarukan. Di tengah tekanan pada segmen angin, perusahaan justru mampu membukukan peningkatan laba bersih berkat kekuatan portofolio panas bumi dan disiplin finansial yang ketat.
Berdasarkan laporan kinerja tahun buku 2025, perseroan mencatat pendapatan sebesar US$605 juta, naik tipis 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mungkin tidak mencolok di permukaan, namun mencerminkan daya tahan model bisnis perusahaan di tengah dinamika sektor energi yang semakin kompetitif.
Yang lebih menarik adalah bagaimana perusahaan mengonversi pendapatan tersebut menjadi profitabilitas. EBITDA tercatat sebesar US$518 juta dengan margin mencapai 85,6%, sebuah angka yang menunjukkan efisiensi operasional tingkat tinggi.
Di industri pembangkit listrik, margin setinggi ini bukan sekadar indikator kinerja, melainkan sinyal bahwa aset yang dimiliki berada pada posisi optimal dan beroperasi secara stabil. Laba bersih BREN mencapai US$165 juta, meningkat 6,5% secara tahunan. Kenaikan ini tidak hanya didorong oleh operasional yang solid, tetapi juga oleh langkah strategis dalam menekan biaya pendanaan.
Penurunan beban bunga menjadi faktor kunci setelah perusahaan menjalankan inisiatif optimalisasi utang pada tahun sebelumnya.
Di sisi operasional, panas bumi kembali menjadi tulang punggung. Proyek retrofit Salak yang selesai pada kuartal ketiga 2025 memberikan tambahan kapasitas 7,7 MW—melampaui ekspektasi awal. Ditambah kontribusi dari Unit Binary Salak, total kapasitas terpasang bruto mencapai 910 MW pada akhir tahun, meningkat 2,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, segmen angin menghadapi kondisi yang lebih menantang, mencerminkan variabilitas alami sumber energi tersebut. Namun, diversifikasi portofolio membuat dampaknya terhadap kinerja keseluruhan tetap terkendali.
Neraca keuangan juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Total ekuitas melonjak 20,6% menjadi US$883 juta, sementara rasio utang terhadap ekuitas turun menjadi 2,36 kali dari sebelumnya 2,90 kali. Penurunan ini menandakan struktur permodalan yang semakin sehat dan memberikan ruang lebih luas bagi ekspansi ke depan.
Langkah ekspansi sendiri sudah terlihat jelas di depan mata. Dua proyek besar—Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3—ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Jika terealisasi sesuai rencana, kapasitas panas bumi perusahaan diproyeksikan melampaui 1 gigawatt, memperkuat posisi BREN sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia.
Lebih jauh lagi, eksplorasi di prospek Hamiding yang mengonfirmasi potensi sumber daya hingga 60 MW membuka peluang pertumbuhan jangka panjang. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan aset eksisting, tetapi juga aktif membangun pipeline masa depan. Dalam lanskap energi global yang semakin beralih ke sumber bersih, BREN tampak berada pada posisi yang tepat.
Dengan kombinasi antara stabilitas aset, efisiensi biaya, dan ekspansi terukur, perusahaan ini menawarkan narasi yang jarang ditemukan: pertumbuhan yang tidak agresif, tetapi konsisten dan terukur. (NK)
Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....