BNI Catat Kenaikan Laba Ditengah Tekanan Suku Bunga

  • 04 Feb 2026 08:59 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menutup tahun fiskal 2025 dengan pertumbuhan laba yang positif, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga meskipun beban bunga juga mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan laporan laba rugi konsolidasian, BNI berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp23,60 triliun, meningkat dari Rp20,90 triliun pada tahun 2024.

Pendorong utama laba ini adalah Pendapatan Bunga yang mencapai Rp69,39 triliun, naik sebesar Rp2,81 triliun atau sekitar 4,2% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp66,58 triliun. Namun, efisiensi menjadi tantangan karena Beban Bunga juga membengkak menjadi Rp29,06 triliun dari sebelumnya Rp26,10 triliun, atau naik sebesar Rp2,96 triliun. Hal ini mengakibatkan Pendapatan Bunga Bersih sedikit terkoreksi menjadi Rp40,33 triliun dari Rp40,48 triliun pada 2024.

Baca juga: Klarifikasi BAIK Atas Suspensi Saham Akibat Volatilitas

Untungnya, BNI mampu mengompensasi tipisnya margin bunga melalui pendapatan operasional lainnya yang tumbuh menjadi Rp19,10 triliun dari Rp18,61 triliun. Keberhasilan manajemen dalam menekan beban kerugian penurunan nilai aset keuangan menjadi faktor kunci; pos ini turun menjadi Rp7,10 triliun dari sebelumnya Rp9,21 triliun, sebuah efisiensi risiko sebesar Rp2,11 triliun yang langsung memperkuat posisi laba bersih bank.

Dari segi portofolio aset, bank dengan kode BBNI ini menunjukkan ekspansi yang stabil sepanjang tahun 2025. Total Aset konsolidasian bank mencapai Rp1.144,35 triliun pada 31 Desember 2025, meningkat tipis dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp1.086,59 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan sikap hati-hati namun tetap ekspansif dalam menyalurkan pembiayaan.

Baca juga: Manajemen BAIK Kelola Rasio Utang Demi Efisiensi

Penyumbang terbesar aset tetap berasal dari pinjaman yang diberikan, yang mencapai nilai kotor Rp756,12 triliun, naik dari Rp710,67 triliun pada tahun sebelumnya. Namun, untuk menjaga prinsip kehati-hatian, BNI juga mempertebal Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas pinjaman menjadi Rp35,86 triliun. Di sisi lain, aset berupa surat berharga yang dimiliki tercatat sebesar Rp213,22 triliun, mengalami sedikit penurunan dari posisi tahun 2024 yang sebesar Rp221,65 triliun.

Pada sisi pasiva, Liabilitas BNI tercatat sebesar Rp973,83 triliun, naik dari Rp932,18 triliun. Peningkatan liabilitas ini terutama didorong oleh simpanan nasabah serta liabilitas kontrak asuransi yang kini diatur dalam PSAK 117. Penerapan standar baru ini mencatat liabilitas kontrak asuransi sebesar Rp22,38 triliun pada akhir 2025. Meskipun liabilitas meningkat, struktur permodalan atau Ekuitas bank tetap kokoh di angka Rp170,52 triliun, tumbuh dari Rp154,41 triliun pada tahun 2024. (NK)


Disclaimer: Bukan ajakan jual/beli.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....