Merambah Pasar Nasional, Sambal Pecel “Lombok Belis” Madiun Jadi Incaran Oleh-Oleh

  • 26 Des 2025 18:34 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Pecel merupakan kuliner khas yang berasal dari Kota Madiun dengan ciri khas sambal kacang yang memadukan cita rasa pedas, aroma daun jeruk, dan kesegaran asam jawa. Potensi ini mendorong tumbuhnya sentra industri sambal pecel di berbagai sudut kota termasuk, di wilayah Demangan Kota Madiun.

Widodo (42) sudah memproduksi sambal pecel dengan merek “Lombok Belis” sejak tahun dua ribu enam belas.

Berlokasi di Jalan Galuan Satu RT 12 RW 05, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, industri rumahan ini menawarkan dua varian rasa, yakni pedas dan sedang, dengan harga berkisar antara sepuluh ribu hingga lima belas ribu rupiah.

Produk ini tersedia dalam kemasan mika dengan berat bersih 200 dan 250 gram, sedangkan kemasan botol berisi 250 gram.

Distribusi sambal pecel ini telah menjangkau pasar di luar Kota Madiun, merambah wilayah Jabodetabek seperti Jakarta, Bekasi, dan Bogor, hingga kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, bahkan sampai ke Batam.

Momentum kenaikan penjualan produk ini biasanya mencapai puncaknya saat hari raya Idul fitri seiring dengan meningkatnya permintaan untuk oleh-oleh.

“Produk ini sudah ada sejak tahun dua ribu enan belas, dengan produksi terbanyak mencapai lima kuintal pada saat hari raya Idulfitri,” ujar Widodo.

Seorang pembeli asal Semarang, Kartini (59), mengungkapkan bahwa kelezatan sambal pecel ini membuatnya sering dijadikan oleh-oleh. Tak jarang, rekan-rekannya menitip untuk dibelikan sambal tersebut sebagai buah tangan khas dari Kota Madiun.

“Sambal pecelnya enak, sering saya jadikan oleh-oleh. Kadang-kadang teman-teman juga menitip untuk dibelikan setiap kali saya pulang ke Kota Madiun,” ujar Kartini

Keberhasilan Widodo mengelola Sambal Pecel merek “Lombok Belis” menunjukkan bahwa kuliner khas Madiun memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, bahkan mampu menembus pasar nasional.

Konsistensi rasa dan kepercayaan pelanggan menjadi modal utama bagi pelaku industri rumahan untuk terus bertahan dan berkembang, sekaligus menunjukkan bagaimana produk lokal Madiun mampu bersaing di pasar yang lebih luas, dari Jabodetabek hingga Batam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....