Diskon Listrik Jadi Faktor Kota Madiun Kembali Deflasi
- 10 Mar 2025 20:40 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Kota Madiun kembali mengalami deflasi (fenomena penurunan harga yang ada di dalam suatu wilayah) pada Bulan Februari 2025 ini. Jika pada Januari lalu deflasi sebesar 0,31 persen, pada Februari lalu penurunan harga mencapai 0,78 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Abdul Azis mengatakan, untuk Bulan Februari 2025 ini Kota Madiun mengalami deflasi sebesar 0,78 persen. “Deflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor,” ujar dia, saat menjadi narasumber Mozaik Indonesia Pro 1 RRI Madiun, pada Rabu (5/3/2025) lalu.
Faktor pertama deflasi, jelas Azis, karena turunnya harga pada kelompok pengeluaran perumahan, seperti air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. “Dari kelompok ini komoditas utama yang mendorong deflasi adalah adanya penurunan tarif listrik,” ujar dia.
Sebagaimana diketahui, jelas Azis, pemerintah telah menetapkan adanya diskon (tarif listrik sebesar) 50 persen bagi konsumen rumah tangga atau pelanggan dengan daya 450-2200 volt ampere (VA).
“Selain tarif listrik, penurunan harga juga terjadi pada komoditas hortikultura,” ucap dia. Antara lain, turunnya harga bawang merah, daging ayam ras, cabe rawit, cabe merah, tomat, semangka, bayam dan kacang-kacangan.
Untuk diketahui pada Januari lalu Kota Madiun juga mengalami deflasi sebesar 0,31 persen. Deflasi ini, adalah momen langka, sebab terakhir deflasi pada bulan yang sama, terjadi pada Januari 2015 dengan deflasi sebesar 0,15 persen.
Sementara, untuk faktor pendorong deflasi pada Januari 2025 ini masih sama, yaitu karena adanya diskon tarif listrik dari pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....