Pandangan BRPT Terkait Prospek Perdagangan Karbon

  • 19 Nov 2025 14:47 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), perusahaan konglomerasi yang berfokus pada sektor energi, petrokimia, dan infrastruktur, memandang mekanisme perdagangan karbon (carbon trading) sebagai peluang signifikan yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi Grup usahanya di Indonesia. Pandangan ini terungkap dalam sesi tanya jawab pada Paparan Publik (Public Expose) Perseroan Tahun 2025 yang diselenggarakan secara elektronik pada 12 November 2025.

Menjawab pertanyaan dari seorang investor ritel bernama Yonatan mengenai sejauh mana keterlibatan BRPT dan entitas anak usahanya, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), dalam skema perdagangan karbon di Indonesia dan bagaimana potensinya, manajemen BRPT memberikan tanggapan yang optimistis.

Perseroan menyatakan bahwa mereka terus memantau secara cermat mekanisme carbon trading. Manajemen melihat potensi yang signifikan apabila skema perdagangan karbon dapat terealisasi secara penuh di Indonesia.

Baca juga: Ini Sektor Pasar yang Akan Dimaksimalkan KB Bank

Bagi BRPT, realisasi penuh dari skema ini akan menjadi peluang positif (upside). Upside ini didorong oleh aset panas bumi (geothermal) yang dimiliki oleh Grup, yang secara konsisten menghasilkan kredit karbon (carbon credit) setiap tahunnya. Aset panas bumi dikenal sebagai sumber energi bersih yang emisinya relatif rendah, sehingga secara inheren berkontribusi pada penciptaan kredit karbon.

Ke depan, BRPT berharap potensi ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memberikan nilai tambah bagi Grup usaha Perseroan. Hal ini mengindikasikan bahwa Grup tersebut berencana untuk berpartisipasi aktif dan monetisasi aset carbon credit yang dimilikinya segera setelah kerangka peraturan dan pasar perdagangan karbon di Indonesia matang.

Baca juga: KB Bank Targetkan Penurunan NPL Untuk Pemulihan Aset

Meskipun memandang adanya potensi dalam perdagangan karbon, BRPT menegaskan kembali bahwa strategi pengembangan usaha mereka mencakup ekspansi organik dan anorganik. Ke depannya, Perseroan akan tetap fokus pada sektor-sektor inti yang saat ini dimiliki Grup, yaitu energi, petrokimia, dan infrastruktur. Perseroan juga terus memantau peluang dan potensi akuisisi yang dapat memberikan nilai tambah bagi Grup, namun setiap langkah akuisisi dipastikan dilakukan secara selektif, harus memiliki sinergi yang positif, serta memenuhi parameter operasional dan finansial yang telah ditetapkan.

Investor kini akan menantikan langkah nyata BRPT dan BREN dalam memanfaatkan carbon credit dari aset panas bumi mereka begitu mekanisme carbon trading di pasar domestik semakin terstruktur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....