Waspadai Fenomena Barcode di Kalangan Generasi Muda
- 16 Nov 2023 13:14 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Fenomena barcode saat ini tengah mengejutkan generasi muda Indonesia yang kemungkinan besar ditunjukkan untuk memperoleh sesuatu perilaku yang sebenarnya tidak diharapkan. Dalam ilmu psikologi barcode lebih merujuk pada perilaku melukai diri sendiri yang tidak bertujuan untuk bunuh diri. Tindakan ini biasanya hanya untuk merasakan sakit fisik.
Menurut Psikolog seseorang yang melakukan barcode ini bisa jadi karena tekanan pada lingkungan entah itu masalah keluarga, petemanan atau yang lain, hal itu membuat seseorang melakukan tindakan tersebut. Barcode biasanya dilakukan dengan menyayat pergelangan tangan di bagian pembuluh dengan silet atau cutter.
Dosen Psikolog UKMWS David Ary Wicaksono, mengungkapkan seseorang melakukan tindakan barcode karena ingin menyalurkan rasa sakit dan tindakan ini tidak memandang gender.
“Tindakan barcode tidak memandang gender karena kalau sudah depresi ujung-ujungnya melakukan barcode, menurut mereka barcode merupakan salah satu perantara menyakiti diri sendiri”, ujarnya sebagai narasumber (15/11/2023)
Lebih lanjut David menyampaikan, gejala atau tanda-tanda barcode kadang tidak terlihat. Seseorang yang melakukan barcode sebenarnya menunjukkan sinyal permintaan tolong yang tidak terucapkan, sehingga perlu adanya pendekatan dengan korban secara tenang agar membuat dirinya merasa nyaman.
Upaya penanganan dalam menghadapi permasalahan yakni melakukan kegiatan positif seperti olahraga, menonton film dan mengapresiasi diri sendiri. Apabila upaya tersebut belum berhasil, maka perlu adanya penanganan lebih lanjut membawa keahlinya yakni psikiater.
David menyimpulkan, peran orang tua, guru, saudara bahkan teman sangat penting dalam memberikan support system yang baik dalam membawa dampak positif dalam diri sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....