Tiga Wasiat Luqman Al-Hakim, Bekal Penting dalam Kehidupan

  • 02 Okt 2026 07:56 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kisah Luqman Al-Hakim dalam Al-Qur’an menyimpan sejumlah nasihat penting yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nasihat tersebut tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga menyangkut hubungan manusia dengan orang tua dan sesama.

Menurut Amir Abdullah, M.Pd., terdapat tiga pesan utama yang dapat direnungkan dari nasihat Luqman kepada anaknya, yakni menjaga tauhid dengan tidak menyekutukan Allah, senantiasa bersyukur kepada Allah, serta menghargai dan berterima kasih kepada orang tua.

Amir menjelaskan, pesan tentang rasa syukur menjadi bagian penting dari hikmah yang diberikan Allah kepada Luqman. Dalam QS Luqman ayat 12, Allah SWT berfirman:

“Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, ‘Bersyukurlah kepada Allah!’ Dan barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji," kutip ustaz Amir, Selasa, 29 September 2026.

Ayat tersebut menegaskan bahwa bersyukur bukan untuk menambah kesempurnaan Allah, melainkan memberikan manfaat bagi manusia sendiri.

Pesan pertama yang sangat mendasar adalah menjaga kemurnian tauhid. Luqman menasihati anaknya agar tidak mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu apa pun.

Allah SWT berfirman dalam QS Luqman ayat 13:

“Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Ayat ini menunjukkan bahwa pendidikan Luqman kepada anaknya dimulai dari persoalan akidah. Menurut Amir, ketauhidan menjadi fondasi bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupan. Ketika seseorang meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, maka keyakinan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan sikap dan perilakunya.

Pesan kedua adalah membiasakan diri bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Syukur tidak sebatas mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga diwujudkan dengan menggunakan nikmat sesuai dengan ketentuan Allah.

Hal tersebut ditegaskan dalam QS Luqman ayat 12. Allah memerintahkan Luqman untuk bersyukur dan menjelaskan bahwa manfaat dari rasa syukur tersebut pada akhirnya kembali kepada manusia itu sendiri.

Amir Abdullah, M.Pd. menjelaskan bahwa sikap syukur dapat membentuk pribadi yang tidak mudah mengeluh, mampu menghargai nikmat, serta menyadari bahwa berbagai hal yang dimiliki manusia merupakan karunia dari Allah SWT.

“Syukur bukan hanya ucapan, tetapi juga bagaimana nikmat yang diberikan Allah digunakan untuk kebaikan,” jelas Amir.

Pesan berikutnya berkaitan erat dengan hubungan seorang anak kepada kedua orang tuanya. Setelah perintah untuk bersyukur kepada Allah, Al-Qur’an menyebutkan kewajiban manusia untuk menghormati dan berterima kasih kepada orang tua.

Allah SWT berfirman dalam QS Luqman ayat 14:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

Ayat tersebut memperlihatkan keterkaitan antara syukur kepada Allah dan penghormatan kepada kedua orang tua.

Menurut Amir, berterima kasih kepada orang tua merupakan bentuk nyata dari akhlak seorang anak. Orang tua telah memberikan pengorbanan, kasih sayang, pendidikan, serta berbagai bentuk perhatian dalam proses tumbuh kembang anak.

“Seorang anak tidak cukup hanya mengingat jasa orang tua dalam hati. Rasa terima kasih itu perlu diwujudkan melalui perkataan yang baik, sikap hormat, membantu orang tua, dan mendoakan mereka,” tutur Amir.

Tiga pesan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan yang diajarkan Luqman memiliki cakupan yang luas. Pendidikan dimulai dari hubungan manusia dengan Allah melalui tauhid dan syukur, kemudian diwujudkan dalam hubungan yang baik dengan orang tua.

Nasihat Luqman juga menunjukkan pentingnya pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga. Anak tidak hanya diajarkan mengenai pengetahuan, tetapi juga dibentuk agar memiliki keyakinan yang benar, rasa syukur, serta akhlak kepada orang tua.

Dengan demikian, tiga pesan tersebut dapat menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk menjaga ketauhidan, memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT, dan tidak melupakan jasa kedua orang tua.

Warisan nasihat Luqman Al-Hakim yang tercantum dalam Al-Qur’an menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga tauhid, mensyukuri karunia Allah, serta menghormati dan membalas jasa kedua orang tua dengan kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....