Pemkot Madiun Beri Pembekalan 94 ASN Menjelang Pensiun
- 12 Feb 2026 12:58 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot)Madiun menggelar pembekalan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas atau pensiun. Kegiatan berlangsung, selama dua hari, mulai Rabu (11/2/2026) hingga Kamis (12/2/2026) di gedung diklat, Kota Madiun
Kepala Badan Kepegawaian, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun Haris Rahmanudin mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 94 orang. “Mereka adalah yang mengakhiri masa pengabdiannya rentang waktu 1 Maret hingga 1 September (2026),” ujar dia.
Haris menjelaskan, para peserta pembekalan terdiri dari berbagai jenjang jabatan. “Ada dua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat administrator setingkat eselon tiga, pengawas setingkat eselon empat, hingga tenaga fungsional guru, fungsional lainnya, serta staf pelaksana,” ucap dia.
Untuk kepala OPD, diantaranya adalah Haris sendiri, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun, Heri Wasana. “Pembekalan ini agenda rutin, dan tahun ini nanti akan diadakan dua tahap. Ini untuk tahap satu,” ucap dia.

Haris berharap, kegiatan ini akan menjadi bekal bagi ASN menjelang purna tugas. “Bagaimana mengelola keuangan pasca purna tugas. (Menambah) wawasan jika ingin usaha, untuk menambah keuangan. Atau memanfaatkan sela waktu yang longgar untuk mengembangkan hobi,” ucap dia.
Untuk itu materinya pun cukup beragam. Seperti pembekalan pengelolaan keuangan pasca pensiun, materi menjaga kesehatan mental dan fisik. “Untuk hari kedua, nantinya akan ke tempat pelaku UMKM (Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah),” ucap dia.
Haris mengatakan, dengan adanya abdi negara yang pensiun tersebut, nantinya akan melakukan penghitungan kembali kebutuhan tenaga kerja ASN. “Setiap tahun ada mekanisme penghitungan ulang ASN,” ucap dia.
Menurut dia, saat ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) juga belum membuka untuk usulan formasi ASN baru. “Tahun ini dari Kemen PANRB belum ada,” ujar dia.
Haris menilai, adanya ASN yang pensiun diakui sedikit berpengaruh terhadap ritme kinerja organisasi. Namun, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Kalau mengganggu iya, namun sudah ada antisipasi. Seperti misalnya guru, nanti ada guru lain yang menggantikan. Jadi guru lain bisa menambah jam mengajar atau menutup guru yang pensiun. Mudah-mudahan bisa teratasi,” ucap dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....