Mau ke Surga? Ini Lo Tiketnya

  • 13 Mei 2026 05:26 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Hidup di dunia ini ibarat perjalanan panjang menuju destinasi akhir, yaitu surga. Namun, seperti perjalanan apapun, manusia perlu menyiapkan bekal agar selamat sampai tujuan. Menurut Dra. Hj. Siti Komariyatingsih, M.Pd.I, atau yang akrab disapa Bunda Siti, bekal menuju surga tidak hanya berupa ibadah ritual semata, tetapi juga kesadaran spiritual dalam setiap aktivitas sehari-hari.

“Banyak orang berpikir bahwa membeli tiket ke surga hanya melalui shalat, mengaji, atau berpuasa. Padahal, Allah menekankan bahwa seluruh aktivitas yang diniatkan karena-Nya juga termasuk amal ibadah,” terang Bunda Siti, Rabu, 12 Mei 2026. Ia mencontohkan seorang pekerja, guru, pedagang, atau siapa pun yang bekerja dengan niat ikhlas karena Allah, maka semua itu menjadi bekal menuju surga.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Mulk: 2, "Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya..."

Namun, perjalanan hidup manusia tidak selalu mudah. Bunda Siti menekankan bahwa manusia selalu diuji oleh nafsu dan godaan, yang kadang hadir melalui bisikan iblis dan setan. "Setan hadir sebagai alat penggoda, untuk menggelincirkan manusia dari jalan yang lurus. Maka, menjaga niat tetap murni dan memperkuat iman adalah kunci agar bekal kita tetap utuh," ujarnya.

Dalam pandangan Bunda Siti, ada tiga “tiket” penting yang harus dimiliki manusia untuk menuju surga:

  1. Tiket pertama: niat dan ikhlas dalam beribadah
    Segala aktivitas dari bekerja hingga berinteraksi dengan orang lain harus diniatkan sebagai bentuk penyembahan kepada Allah. Tidak hanya ritual ibadah, tetapi seluruh kegiatan bisa menjadi amal jariyah jika diniatkan benar.
  2. Tiket kedua: mengenal dunia dan akhirat
    Manusia harus menyadari bahwa hidup ini bersifat sementara, sedangkan akhirat kekal. "Orang yang hanya mengejar dunia tanpa bekal akhirat akan tersesat. Begitu juga sebaliknya, jika kita mengenal keseimbangan antara dunia dan akhirat, maka amal kita akan lebih terarah," jelasnya. Dalil yang relevan adalah QS. Al-Qashash: 77,
    "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia..."
  3. Tiket ketiga: mengenal hak dan bathil
    Hidup ini penuh pilihan, dan manusia perlu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Pengetahuan tentang hak dan bathil, atau yang benar dan salah, menjadi pedoman agar langkah kita tetap lurus di jalan Allah. Bunda Siti menekankan bahwa ilmu kehidupan ini penting agar setiap amal yang dilakukan bernilai di mata Allah.

Bunda Siti mengungkapkan bekal menuju surga bukanlah sekadar formalitas ibadah, tapi kesadaran menyeluruh dalam hidup. "Setiap langkah, setiap ucapan, setiap niat yang tulus menjadi tiket kita menuju rahmat Allah," ungkapnya.

Dalam dunia yang penuh godaan, manusia diingatkan untuk selalu menjaga niat, memperkuat iman, dan menyeimbangkan antara dunia dan akhirat. Dengan tiga tiket ini niat ikhlas, kesadaran dunia-akhirat, dan kemampuan membedakan hak-bathil surga bukan lagi impian, tetapi tujuan yang bisa dicapai dengan kesungguhan hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....