Rutinitas Kerja Bikin Gen Z Bosan? Psikolog Beri Solusi

  • 30 Sep 2026 13:46 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Rutinitas pekerjaan yang dilakukan berulang setiap hari terkadang membuat seseorang merasa jenuh. Bagi sebagian Generasi Z, kondisi tersebut dapat semakin terasa ketika pekerjaan dianggap kurang memberikan tantangan, kesempatan belajar, maupun ruang untuk berkembang.

Rasa bosan di tempat kerja merupakan kondisi yang dapat dialami siapa saja. Namun, ketika kejenuhan berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat memengaruhi semangat, produktivitas, dan keterlibatan seseorang dalam pekerjaannya.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa rasa bosan tidak selalu menunjukkan seseorang tidak menyukai pekerjaannya. Kebosanan perlu dilihat dari penyebabnya agar seseorang dapat menentukan langkah yang sesuai.

“Kalau merasa bosan, jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa pekerjaan tersebut tidak cocok. Coba identifikasi dulu apa yang membuat kita bosan, apakah rutinitasnya, kurangnya tantangan, lingkungan kerja, atau faktor lainnya,” jelasnya pada Selasa 29 September 2026.

Menurutnya, salah satu cara menghadapi pekerjaan yang monoton adalah mencari ruang untuk memberikan variasi. Karyawan dapat mengembangkan keterampilan baru, mengambil tanggung jawab tambahan, atau mencari cara yang lebih efektif dalam menyelesaikan pekerjaan selama tetap sesuai dengan tugas dan kemampuan.

Selain itu, menetapkan target perkembangan pribadi juga dapat membantu. Target tersebut tidak harus selalu berkaitan dengan kenaikan jabatan, tetapi dapat berupa kemampuan baru yang ingin dikuasai atau peningkatan kualitas pekerjaan.

“Pekerjaan yang sama belum tentu menghasilkan pengalaman yang sama. Kita bisa mencari cara untuk terus belajar dari pekerjaan tersebut, sehingga rutinitas tidak hanya dipandang sebagai sesuatu yang monoton,” tambahnya.

Komunikasi dengan rekan kerja maupun atasan juga penting ketika rasa bosan mulai mengganggu aktivitas. Seseorang dapat menyampaikan keinginan untuk terlibat dalam proyek baru atau mendapatkan kesempatan mempelajari pekerjaan yang berbeda.

Di sisi lain, Gen Z perlu membedakan antara bosan sementara dan ketidakpuasan yang berlangsung terus-menerus. Rasa jenuh sesekali merupakan bagian dari dinamika pekerjaan, sementara ketidakpuasan yang berkepanjangan perlu dievaluasi lebih mendalam.

Pengelolaan waktu dan keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan di luar pekerjaan juga dapat membantu mengurangi kejenuhan. Aktivitas di luar pekerjaan dapat menjadi ruang untuk beristirahat, bersosialisasi, maupun melakukan hal-hal yang memberikan energi positif.

Psikolog mengingatkan agar keputusan terkait karier tidak hanya dibuat berdasarkan emosi sesaat. Sebelum memutuskan untuk berpindah pekerjaan, seseorang perlu mempertimbangkan penyebab masalah, kondisi lingkungan kerja, peluang pengembangan, serta tujuan kariernya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....