Rekan Kerja Lebih Cepat Berkembang, Bagaimana Gen Z Mengelola Rasa Insecure?

  • 22 Sep 2026 13:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun: Memasuki dunia kerja, setiap orang memiliki proses perkembangan yang berbeda. Namun, ketika melihat rekan kerja mendapatkan kepercayaan lebih besar, cepat menguasai pekerjaan, atau lebih dulu mendapatkan kesempatan, rasa tertinggal dan insecure dapat muncul.

Kondisi tersebut semakin mudah dirasakan di era digital, ketika seseorang dapat melihat pencapaian orang lain melalui media sosial. Tidak jarang, perkembangan karier rekan kerja kemudian menjadi tolok ukur untuk menilai keberhasilan diri sendiri.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa rasa insecure ketika melihat orang lain berkembang lebih cepat merupakan hal yang dapat terjadi. Perasaan tersebut muncul karena seseorang secara alami melakukan perbandingan sosial untuk memahami posisi dirinya di lingkungan.

Namun, menurutnya, perbandingan tersebut perlu dikelola agar tidak berubah menjadi tekanan. Seseorang perlu memahami bahwa kecepatan perkembangan setiap individu dipengaruhi oleh pengalaman, kesempatan, lingkungan, serta proses belajar yang berbeda.

“Melihat orang lain berkembang lebih cepat bukan berarti kita gagal atau tertinggal. Yang perlu dilihat adalah apakah kita juga mengalami perkembangan dibandingkan diri kita sebelumnya,” jelasnya pada Senin (21/9/2026).

Ia menyarankan Gen Z untuk mengubah fokus dari membandingkan pencapaian menjadi mengidentifikasi hal-hal yang dapat dipelajari. Rekan kerja yang lebih cepat berkembang dapat menjadi referensi untuk mengetahui keterampilan atau kebiasaan kerja yang mungkin dapat dikembangkan.

Selain itu, penting untuk memiliki ukuran keberhasilan yang lebih personal. Target seperti mampu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik, berani menyampaikan pendapat, meningkatkan keterampilan, atau mengambil tanggung jawab baru dapat menjadi indikator perkembangan diri.

Psikolog juga mengingatkan agar seseorang tidak hanya melihat hasil yang diperoleh orang lain. Di balik pencapaian tersebut terdapat proses, pengalaman, kegagalan, serta kesempatan yang belum tentu terlihat dari luar.

“Jangan membandingkan proses kita dengan hasil akhir orang lain. Kalau perbandingan itu membuat kita belajar, gunakan sebagai motivasi. Tetapi kalau justru membuat kita merasa tidak berharga, berarti cara kita membandingkan diri perlu dievaluasi,” tambahnya.

Bagi Gen Z yang sedang membangun karier, proses berkembang tidak selalu harus berlangsung cepat. Ada kalanya seseorang berada dalam fase belajar, mencoba berbagai peran, atau membangun kemampuan sebelum mendapatkan kesempatan yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....