Tak Semua Komentar Harus Ditanggapi, Psikolog Ajak Gen Z Bijak Hadapi Haters

  • 28 Sep 2026 17:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Media sosial menjadi ruang bagi Generasi Z untuk mengekspresikan diri, membagikan karya, hingga menyampaikan pendapat. Namun, aktivitas tersebut tidak selalu mendapatkan respons positif.

Komentar negatif, kritik yang menjatuhkan, hingga hujatan dari pengguna lain atau yang kerap disebut haters menjadi tantangan tersendiri di ruang digital. Bagi sebagian orang, komentar negatif dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kenyamanan dalam menggunakan media sosial.

Terlebih ketika komentar tersebut menyasar penampilan, kemampuan, pendapat, atau kehidupan pribadi.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa menghadapi komentar negatif membutuhkan kemampuan untuk mengelola emosi dan memilah informasi. Seseorang perlu memahami bahwa tidak semua komentar yang diterima harus ditanggapi atau dijadikan sebagai bahan evaluasi diri.

Menurutnya, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan jeda sebelum merespons. Ketika menerima komentar yang memancing emosi, seseorang sebaiknya tidak terburu-buru membalas agar tidak terjebak dalam konflik yang berkepanjangan.

“Tidak semua komentar harus ditanggapi. Penting untuk melihat apakah komentar tersebut mengandung masukan yang bermanfaat atau justru hanya bertujuan merendahkan,” jelasnya pada Senin (28/9/2026)

Ia mengatakan, Gen Z perlu membedakan antara kritik yang membangun dan komentar yang menyerang secara personal. Kritik yang disampaikan dengan alasan jelas dapat menjadi bahan pembelajaran, sedangkan hinaan tidak harus dijadikan ukuran untuk menilai kemampuan maupun harga diri.

Selain itu, penting untuk membangun batasan dalam berinteraksi di media sosial. Pengguna dapat memanfaatkan fitur pembatasan komentar, membisukan akun, atau memblokir pengguna yang terus memberikan komentar negatif.

“Menetapkan batasan bukan berarti tidak mau menerima kritik. Batasan diperlukan agar kita tetap bisa menggunakan media sosial dengan nyaman tanpa harus terus-menerus terpapar komentar yang merugikan,” tambahnya.

Di sisi lain, seseorang perlu memahami bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam ruang digital. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan penghinaan atau menyerang kehidupan pribadi orang lain.

Ketika komentar negatif mulai memengaruhi suasana hati dan aktivitas sehari-hari, mengambil jeda dari media sosial dapat menjadi pilihan. Berbagi cerita dengan orang tepercaya juga dapat membantu seseorang memperoleh dukungan dan melihat situasi secara lebih seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....