Psikolog Ungkap Cara Gen Z Menghadapi Haters di Media Sosial

  • 28 Sep 2026 17:18 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Media sosial menjadi ruang bagi Generasi Z untuk mengekspresikan diri, membagikan pengalaman, hingga membangun identitas digital. Namun, di balik kebebasan tersebut, muncul pula tantangan berupa komentar negatif, kritik yang menjatuhkan, hingga hujatan dari pengguna lain atau yang kerap disebut sebagai haters.

Bagi sebagian orang, komentar negatif di media sosial dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kenyamanan dalam beraktivitas di ruang digital. Terlebih ketika komentar tersebut menyasar penampilan, pendapat, karya, atau kehidupan pribadi seseorang.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa respons terhadap komentar negatif dapat berbeda pada setiap individu. Pengalaman pribadi, kondisi emosional, serta cara seseorang memandang dirinya sendiri turut memengaruhi bagaimana komentar tersebut diterima.

Menurutnya, hal pertama yang perlu dilakukan ketika menghadapi komentar negatif adalah memberikan jeda sebelum merespons. Tidak semua komentar perlu ditanggapi secara langsung, terutama ketika seseorang sedang merasa marah, kecewa, atau tersinggung.

“Penting untuk memberikan waktu kepada diri sendiri sebelum merespons komentar negatif. Ketika emosi sedang tinggi, seseorang bisa saja memberikan tanggapan yang justru memperpanjang konflik,” jelasnya pada Senin (28/9/2026)

Selain itu, Gen Z perlu memahami perbedaan antara kritik yang membangun dan komentar yang bertujuan merendahkan. Kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat dijadikan bahan evaluasi, sedangkan komentar yang berisi penghinaan tidak harus dijadikan ukuran untuk menilai kemampuan maupun harga diri.

Psikolog juga mengingatkan bahwa tidak semua pendapat orang lain harus dijadikan sebagai acuan. Seseorang perlu memiliki batasan yang sehat dalam menerima masukan, terutama ketika komentar tersebut tidak memberikan manfaat dan justru mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan fitur digital seperti membatasi komentar, menyaring kata-kata tertentu, membisukan akun, atau memblokir pengguna yang terus memberikan komentar negatif. Langkah tersebut dapat membantu menciptakan ruang digital yang lebih nyaman.

“Menentukan batasan dalam berinteraksi di media sosial merupakan bagian dari upaya menjaga kenyamanan diri. Kita tidak harus memberikan akses kepada semua orang untuk berkomentar atau berinteraksi dengan kita,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....