Sertifikat Kompetensi Jadi Modal Kerja sebelum Lulus Siswa SMK PGRI 1 Mejayan

  • 18 Sep 2026 17:58 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Mejayan - Sejumlah siswa kelas XII SMK Ponpes Internasional Milenial Model PGRI 1 Mejayan telah mendapatkan pekerjaan sebelum menyelesaikan pendidikan formalnya. Demikian diampaikan Kepala SMK Ponpes Internasional Milenial Model PGRI 1 Mejayan, Drs. Sampun Hadam, M.M., saat siaran obrolan Jaga Malam PRO 2 RRI Madiun.

Ia mengatakan terdapat siswa yang telah menerima surat resmi dari perusahaan meski masih menjalani proses pendidikan. Menurut Sampun, kondisi tersebut berkaitan dengan konsep pendidikan SMK yang sejak awal diarahkan pada kesiapan kerja.

“Kalau anak itu sudah terima kerja resmi di sektor formal dan layak, maka saya akan membuat surat keterangan bahwa tersebut telah menyelesaikan seluruh beban studi,” ujar Sampun, kemarin.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa ketentuan mengenai kelulusan tetap mengikuti peraturan pemerintah. Sekolah juga memberikan perhatian pada bukti kompetensi yang dimiliki siswa.

Salah satunya melalui sertifikat kompetensi yang diperoleh setelah siswa melewati berbagai tahapan keterampilan.

“Setiap step-nya ini sertifikatlah yang berbicara,” katanya.

Sampun menilai sertifikat kompetensi dapat menjadi dokumen pendukung yang menunjukkan kemampuan seseorang pada bidang tertentu. Hal tersebut dinilai semakin relevan dalam proses perekrutan tenaga kerja yang tidak hanya melihat dokumen akademik.

Ia juga menyebut lulusan tahun 2025 mencatat sekitar 82 persen lulusan telah diterima bekerja, baik di dalam maupun luar negeri. Angka tersebut merupakan data yang disampaikan pihak sekolah.

Menurut Sampun, orientasi pendidikan SMK juga tidak hanya berhenti pada pilihan bekerja. Siswa yang ingin berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan tetap mendapatkan pendampingan.

Bagi siswa yang ingin berwirausaha, misalnya, sekolah memberikan pendampingan hingga proses pengurusan perizinan usaha. Sementara siswa yang ingin melanjutkan pendidikan diarahkan untuk mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi.

Sekolah juga memberikan pilihan bagi siswa yang ingin bekerja di dalam negeri maupun luar negeri. Untuk siswa yang memilih Jepang, misalnya, terdapat program persiapan bahasa dan kompetensi yang diarahkan pada kebutuhan kerja di negara tersebut.

Dengan berbagai jalur tersebut, Sampun mengatakan sekolah berupaya memastikan setiap siswa memiliki rencana setelah menyelesaikan pendidikan.

“Sekolah itu mengantarkan anak untuk tahap-tahap kehidupan yang selanjutnya, bukan sekadar membekali ilmu,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....