Perbedaan Generalis dan Spesialis, Berikut Penjelasan Dosen Psikologi

  • 28 Agt 2026 22:05 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Dalam dunia kerja, individu sering kali berhadapan dengan sejumlah pilihan penting terlebih soal keahlian. Salah satunya, untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul yakni terkait pilihan, lebih baik menjadi seorang generalis atau spesialis dalam meniti karier.

Yonathan Setyawan, M.Psi., Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, (UKWMS) Kampus Kota Madiun, memberikan pemaparannya terkait definisi dari kedua pilihan tersebut. “Menjadi generalis atau spesialis pilih yang mana? Ini adalah pertanyaan yang seringkali kita juga pikirkan bersama-sama gitu ya,” ucap Yonathan.

“Nah, kita itu mau menjadi orang yang tahu banyak hal tetapi hanya permukaannya saja atau menjadi orang yang jago sekali dalam satu hal yang spesifik, hingga bisa disebut sebagai seorang master. Hal ini perlu untuk membedah terlebih dahulu apa sih sebenarya generalis dan juga spesialis,” ungkapnya.

Generalis, dijelaskan Yonathan merupakan individu yang bisa digambarkan seperti bunglon. “Mereka sangat adaptif, atau mahir untuk menghubungkan berbagai ide lintas bidang, kreatif, bahkan sangat asyik untuk diajak berbicara dengan siapapun, hal ini lantaran juga wawasannya begitu luas,” jelasnya.

Kemampuan adaptasi dari seorang generalis ini menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan iklim kerja yang dinamis. Kemudian pengetahuan yang luas juga membuat generalis mampu berkomunikasi secara efektif dengan berbagai pihak dari berbagai latar belakang. Hal ini menjadikan mereka sebagai sosok yang luwes dalam berkolaborasi dan membangun jejaring kerja.

Sementara itu, untuk spesialis, adalah orang-orang dengan keahlian yang sangat mendalam.” Jadi dia selalu fokus di satu titik, selain juga akan menjadi rujukan utama pada bidang yang ditekuni,” papar Yonathan kepada RRI Madiun.

Seseorang dengan pilihan menjadi spesialis, umumnya bekerja super efisien. Selain itu juga menjadi sosok yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.

Seorang spesialis biasanya mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menguasai secara menyeluruh pada bidang yang dicintainya, bahkan hingga mencapai taraf pakar. Keahlian teknis yang mereka punya menjadi kunci utama dalam penyelesaian persoalan yang kompleks.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....