Burnout di Tempat Kerja, Seperti Apa?

  • 26 Agt 2026 18:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Burnout menjadi salah satu persoalan yang sering dialami pekerja di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi.

Kondisi ini tidak hanya ditandai dengan rasa lelah setelah bekerja, tetapi dapat membuat seseorang kehilangan motivasi, sulit berkonsentrasi, mudah emosi, hingga merasa tidak bersemangat menjalani pekerjaan.

Burnout umumnya muncul akibat tekanan pekerjaan yang berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi waktu istirahat dan pemulihan yang cukup.

Beban kerja berlebihan, target yang terlalu tinggi, jam kerja panjang, serta kurangnya dukungan dari lingkungan kerja dapat menjadi pemicu utama.

Selain itu, suasana kerja yang tidak sehat, konflik dengan rekan kerja atau atasan, kurangnya penghargaan terhadap hasil pekerjaan, dan ketidakjelasan pembagian tugas juga dapat meningkatkan risiko burnout. Masalah keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi turut menjadi faktor penting.

Berbeda dengan kelelahan biasa yang dapat membaik setelah beristirahat, burnout cenderung berlangsung lebih lama dan dapat memengaruhi produktivitas serta hubungan seseorang dengan orang-orang di sekitarnya.

"Burnout adalah kondisi yang berkaitan dengan stres kerja kronis yang tidak bisa dikelola dengan baik. Jadi kita merasa lelah fisik yang berat", kata Nurhidayah Alfianita dari Dinas Kesehatan Madiun, saat menjadi narasumber pada dialog kesehatan RRI Madiun. Senin, 24 Agustus 2026.

Untuk mencegahnya, pekerja perlu mengenali batas kemampuan diri, mengatur waktu istirahat, menjaga pola hidup sehat, serta berani berkomunikasi apabila beban pekerjaan sudah terlalu berat.

"Libur dan cuti bisa juga mengurangi beban kerja dengan melakukan kegiatan yang nyaman." sambung Via lagi.

Burnout bukan tanda seseorang lemah atau tidak mampu bekerja. Kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian.

"Dengan mengenali penyebabnya sejak dini dan membangun lingkungan kerja yang lebih sehat, produktivitas dapat tetap terjaga tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja", pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....