Psikolog UKWMS : Scrolling Berlebihan Bisa Ganggu Waktu Istirahat dan Aktivitas
- 15 Sep 2026 10:09 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Kebiasaan menggunakan gawai dengan melakukan scrolling media sosial atau berbagai konten digital menjadi salah satu bentuk leisure time atau aktivitas untuk mengisi waktu luang. Namun, kebiasaan tersebut dapat menjadi persoalan ketika dilakukan secara berlebihan dan sulit dikendalikan.
Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Kota Madiun, Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa persoalan bukan semata-mata terletak pada aktivitas scrolling, tetapi ketika aktivitas tersebut dilakukan terus-menerus hingga mengganggu kebutuhan dan tanggung jawab sehari-hari.
Menurut Robik, seseorang dapat mengalami kondisi ketika scrolling berlanjut hingga larut malam sehingga waktu tidur menjadi terganggu. Bahkan, aktivitas atau pekerjaan yang seharusnya dilakukan dapat tertunda karena terlalu lama menggunakan gawai.
“Scroll-nya keterusan akhirnya tidurnya larut malam. Terus scroll-nya keterusan yang harusnya dikerjakan terus tidak dikerjakan,” ujar Robik, kemarin.
Ia menegaskan, dampak dari kebiasaan tersebut tidak terjadi secara instan. Seseorang tidak serta-merta mengalami kerusakan otak hanya karena menggunakan ponsel selama satu atau dua jam.
Menurutnya, terdapat proses yang berlangsung secara berulang dan terus-menerus hingga akhirnya dapat memengaruhi kebiasaan serta kemampuan kognitif seseorang.
“Burnout itu enggak langsung, misalnya ketika kita scroll HP satu jam, dua jam terus habis itu otak kita langsung mengalami kerusakan. Itu enggak seinstan itu. Tapi ada proses yang terus akhirnya terus-menerus, repetitif, terus-menerus,” jelasnya.
Robik juga mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk memperhatikan bagaimana penggunaan gawai setelah menjalani aktivitas perkuliahan. Ia memberikan gambaran bahwa kebiasaan scrolling selama berjam-jam setelah kuliah dapat membuat kemampuan analitis otak lebih cepat mengalami kelelahan.
“Kalau misalnya kita coba melakukan eksperimen sosial kepada diri sendiri, coba habis kuliah lakukan itu sampai jam sembilan malam atau jam sebelas malam,” katanya.
Ia menjelaskan, setelah menjalani aktivitas perkuliahan, kemampuan analitis otak secara alami telah bekerja dan membutuhkan waktu untuk beristirahat. Ketika setelahnya seseorang kembali melakukan scrolling dalam waktu panjang, kondisi tersebut dapat membuat kemampuan analitis terasa lebih cepat lelah.
Karena itu, penggunaan gawai sebagai sarana hiburan tetap perlu diimbangi dengan pengelolaan waktu yang baik. Aktivitas scrolling dapat menjadi bagian dari waktu luang, tetapi jangan sampai mengorbankan waktu tidur maupun aktivitas yang menjadi tanggung jawab sehari-hari
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....