Perbanyak Sholawat: Amalan yang Dianjurkan bagi Umat Islam Setiap Hari
- 27 Agt 2026 06:13 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Memulai aktivitas pagi dengan mengingat Allah dan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu kebiasaan baik yang dapat dilakukan umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Sholawat tidak harus menunggu waktu khusus. Di tengah kesibukan bekerja, berdagang, mengurus keluarga, belajar, maupun saat melakukan perjalanan, seorang muslim dapat membiasakan lisannya untuk bersholawat.
Anjuran bersholawat memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)
Ayat tersebut menunjukkan adanya perintah kepada orang-orang beriman untuk bersholawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
Selain Al-Qur'an, keutamaan sholawat juga dijelaskan dalam hadis Nabi. Dalam Shahih Muslim 408, Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”
Hadis tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk tidak meremehkan satu pun sholawat yang diucapkan. Satu sholawat kepada Nabi ﷺ dibalas dengan sepuluh sholawat dari Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan bersholawat dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Misalnya setelah melaksanakan shalat, ketika memiliki waktu luang, saat berkendara, ketika sedang menunggu seseorang, sebelum memulai pekerjaan, maupun ketika hati sedang membutuhkan ketenangan.
Ust. Prof. Dr. KH. M. Sutoyo, M.Ag. menjelaskan bahwa membiasakan sholawat tidak semestinya hanya dilakukan ketika seseorang sedang menghadapi persoalan.
“Jangan sampai kita mengenal sholawat hanya ketika sedang mempunyai masalah. Sholawat sebaiknya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik ketika kita sedang mendapatkan kesenangan maupun ketika sedang menghadapi kesulitan," jelas Sutoyo, Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, yang terpenting bukan hanya memperbanyak jumlah bacaan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan berusaha meneladani akhlak beliau.
“Sholawat hendaknya tidak berhenti di lisan. Ketika kita mengatakan cinta kepada Rasulullah SAW, maka kecintaan itu juga perlu diwujudkan dengan mengikuti ajaran dan akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.
Kesibukan sering kali menjadi alasan seseorang merasa tidak memiliki waktu untuk berzikir. Padahal, banyak aktivitas sehari-hari yang memungkinkan seseorang tetap mengingat Allah dan bersholawat.
Seorang ibu dapat bersholawat ketika memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah.
Seorang pedagang dapat bersholawat ketika menunggu pembeli. Seorang pengemudi dapat mengisinya dengan sholawat selama perjalanan dengan tetap memperhatikan keselamatan. Pelajar dan mahasiswa pun dapat membiasakan sholawat ketika hendak memulai belajar.
Dengan demikian, sholawat dapat menjadi kebiasaan yang menyertai aktivitas, bukan justru dianggap sebagai kegiatan yang harus selalu mengambil waktu khusus.
Ust. Prof. Dr. KH. M. Sutoyo, M.Ag. menambahkan, “Mulailah dari yang sederhana. Tidak perlu menunggu mampu membaca dalam jumlah yang banyak. Biasakan beberapa kali, kemudian tingkatkan secara bertahap. Yang penting istiqamah dan dilakukan dengan penuh penghormatan kepada Rasulullah SAW," tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....