Santunan Anak Yatim di Bulan Muharram, Utamakan yang Benar-Benar Membutuhkan
- 17 Jun 2026 15:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Momentum bulan Muharram menjadi salah satu waktu yang identik dengan kepedulian sosial, termasuk tradisi menyantuni anak yatim. Dalam acara kajian islami Mutiara Pagi Programa 1 RRI Madiun, Selasa, 16 Juni 2026, Bersama Ustadz Amir Abdullah, M.Pd pembahasan mengenai santunan ini kembali dibahas, khususnya terkait siapa yang seharusnya menjadi prioritas penerima bantuan di tengah kondisi sosial yang semakin kompleks.
Seorang pendengar, Bu Yayuk, mengungkapkan melalui pertanyaan dilayanan pesan singkat, mengatakan bahwa menyantuni anak yatim menjadi salah satu amalan yang rutin dilakukan di bulan Muharram. Ia pun mempertanyakan apakah anak yatim yang sudah beranjak dewasa atau telah mampu secara ekonomi masih layak menerima santunan.
Menanggapi hal tersebut, Ustadz Amir menjelaskan bahwa penyaluran santunan sebaiknya dilakukan dengan lebih selektif dan bijak. Ia menyarankan agar masyarakat bekerja sama dengan lembaga terpercaya. “Seyogyanya itu bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang dipercaya,” ujarnya, mengingat saat ini cukup sulit membedakan antara yang benar-benar membutuhkan dan yang tidak.
Fenomena sosial di era modern juga turut memengaruhi cara pandang dalam bersedekah. Ustadz Amir menyoroti adanya praktik-praktik yang membingungkan masyarakat. “Ada orang yang pura-pura tampil miskin padahal dia kaya raya, yang kemudian itu kadang-kadang membuat kita ragu untuk berbuat baik,” jelasnya, menggambarkan tantangan dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
Lebih lanjut, Ustad Amir menegaskan bahwa prioritas santunan sebaiknya diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan secara ekonomi, bukan semata-mata berdasarkan status yatim. “Kalau yatim memang sudah mampu tidak perlu diberi santunan. Yang kita perlu dahulukan adalah mereka yang mungkin benar-benar kurang mampu,” tegasnya. Hal ini menunjukkan bahwa esensi sedekah adalah pemberdayaan dan membantu yang paling membutuhkan.
Ustad Amir juga mengingatkan semangat berbagi di bulan Muharram tetap dianjurkan, namun dengan pendekatan yang lebih bijak dan tepat sasaran. “Yang kedua ya lebih utama, kepada yang lebih membutuhkan, karena fungsi dari kita bersedekah itu untuk memberdayakan,” pungkasnya, menegaskan pentingnya kepedulian sosial yang cerdas dan berkeadilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....