Keutamaan Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, Amalan Ringan, Keutamaan Besar
- 25 Agt 2026 13:44 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Selain menjadi bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, bersholawat juga memiliki sejumlah keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadis.
Ustaz Amir Abdullah, M.Pd., menjelaskan bahwa sholawat tidak semata-mata menjadi ungkapan kecintaan seorang Muslim kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT.
Menurutnya, umat Islam hendaknya menjadikan sholawat sebagai bagian dari amalan sehari-hari, baik dalam keadaan lapang maupun ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan amalan yang sangat utama. Allah SWT sendiri memerintahkan orang-orang beriman untuk bersholawat dan mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW,” ujar Ustaz Amir Abdullah, Selasa, 25 Agustus 2026.
Perintah tersebut tercantum dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)
| Baca juga: Waspada: Begini Tanda-tanda Hati yang Sakit |
Ayat tersebut menunjukkan tingginya kedudukan sholawat dalam Islam. Allah SWT menyebut bahwa Dia dan para malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi, kemudian orang-orang beriman diperintahkan untuk melakukan hal yang sama.
Ustaz Amir mengatakan, salah satu keutamaan bersholawat adalah mendapatkan balasan sholawat dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Muslim.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR. Muslim)
Hadis tersebut menjadi kabar gembira bagi umat Islam karena satu kali sholawat yang dilakukan dengan ikhlas mendapatkan balasan sepuluh kali sholawat dari Allah SWT.
“Kalau kita bersholawat satu kali, Allah memberikan balasan sepuluh kali. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW. Karena itu, jangan meremehkan amalan sholawat meskipun dilakukan dengan sederhana,” kata Ustaz Amir.
| Baca juga: Hikmah Hijrah Bersama Sahabat Nabi |
Ia menambahkan, sholawat juga menjadi salah satu amalan yang dapat menguatkan kecintaan seorang Muslim kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah dan akhlak Rasulullah SAW.
“Orang yang mencintai Nabi tentu akan berusaha mengenal beliau, mempelajari sunnahnya, kemudian mengamalkannya. Sholawat menjadi salah satu sarana untuk menjaga hubungan batin kita dengan Rasulullah SAW,” tuturnya.
Keutamaan lain juga disebutkan dalam hadis tentang orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW pada hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya manusia yang paling utama bagiku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bersholawat kepadaku.”
(HR. Tirmidzi)
Hadis tersebut menjadi dorongan bagi umat Islam untuk memperbanyak sholawat sebagai bagian dari persiapan menghadapi kehidupan akhirat.
Ustaz Amir mengingatkan agar kebiasaan bersholawat ditanamkan sejak dini, terutama kepada anak-anak dan generasi muda. Menurutnya, sholawat dapat menjadi salah satu cara mengenalkan sosok Rasulullah SAW sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada beliau.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak hanya memperbanyak sholawat pada momentum tertentu, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sholawat, kata dia, sebaiknya menjadi amalan rutin yang dilakukan setiap hari.
“Tidak harus menunggu acara keagamaan. Kita bisa bersholawat ketika selesai salat, saat berjalan, ketika berkendara, sebelum memulai aktivitas, atau pada waktu-waktu lainnya. Yang penting dilakukan dengan ikhlas dan tetap memahami bahwa sholawat merupakan bentuk ibadah kepada Allah sekaligus ungkapan cinta kepada Rasulullah,” jelasnya saat ditemui secara online pada kajian Mutiara Pagi.
Dalam kehidupan sehari-hari, membiasakan diri bersholawat juga dapat menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam. Dengan mengingat perjuangan tersebut, umat Islam diharapkan semakin terdorong untuk menjalankan ajaran agama dan meneladani akhlak Nabi.
Ustaz Amir menegaskan bahwa memperbanyak sholawat hendaknya berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas ibadah dan akhlak.
“Sholawat jangan berhenti di lisan. Setelah bersholawat, mari kita berusaha meneladani Rasulullah dalam kejujuran, kesabaran, kasih sayang, amanah, dan akhlak yang baik,” ujarnya.
Dengan demikian, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW bukan sekadar amalan lisan, tetapi dapat menjadi sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, meningkatkan semangat mengikuti sunnah, serta mengharapkan rahmat dan kedekatan dengan beliau di akhirat.
Bagi umat Islam, memperbanyak sholawat merupakan amalan yang relatif mudah dilakukan, tetapi memiliki keutamaan yang besar. Karena itu, menjadikan sholawat sebagai bagian dari rutinitas harian dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....