Benarkah Tinggi Anak Berhenti setelah Haid? Ini Penjelasannya
- 21 Agt 2026 19:09 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Masa pubertas merupakan salah satu periode paling penting dalam pertumbuhan anak. Namun, tidak semua orang tua menyadari bahwa perubahan hormon yang terjadi pada fase ini juga berkaitan erat dengan pertumbuhan tinggi badan.
Menurut Prof. Aman, dokter spesialis anak yang telah berpengalaman selama sekitar 30 tahun di bidang endokrinologi, orang tua perlu memahami bahwa setelah anak perempuan mengalami menstruasi pertama atau menarche, kesempatan untuk bertambah tinggi masih ada, tetapi umumnya sudah jauh lebih terbatas dibandingkan sebelum menstruasi.
Pada banyak anak perempuan, pertumbuhan tinggi badan setelah menstruasi pertama rata-rata hanya beberapa sentimeter dan dapat berada di kisaran sekitar 5–10 cm. Namun, angka tersebut bukan batas mutlak. Besarnya pertambahan tinggi dapat berbeda pada setiap anak, bergantung pada usia saat menstruasi pertama, tahap pubertas, faktor genetik, status gizi, serta kondisi kesehatan dan hormonal.
Saat memasuki pubertas, tubuh mengalami perubahan hormonal yang sangat pesat. Hormon seks, termasuk estrogen, berperan dalam proses pematangan tulang.
Pada awal pubertas, peningkatan hormon dapat memicu percepatan pertumbuhan sehingga anak mengalami growth spurt atau lonjakan pertumbuhan. Namun, seiring berjalannya pubertas, lempeng pertumbuhan pada tulang secara bertahap mengalami pematangan dan akhirnya menutup.
Ketika lempeng pertumbuhan sudah menutup, tulang tidak lagi dapat memanjang sehingga tinggi badan tidak dapat bertambah secara signifikan.
Karena itu, menstruasi pertama bukanlah tanda bahwa pertumbuhan langsung berhenti. Akan tetapi, menarche merupakan salah satu penanda bahwa anak perempuan sudah memasuki fase pubertas yang lebih lanjut dan sisa potensi pertumbuhannya perlu diperhatikan.
Hal yang perlu dipahami orang tua adalah bahwa upaya mendukung pertumbuhan optimal sebaiknya dilakukan jauh sebelum anak mendapatkan menstruasi pertama.
Pemantauan tinggi dan berat badan secara berkala dapat membantu orang tua maupun dokter melihat pola pertumbuhan anak. Yang lebih penting bukan hanya melihat apakah anak bertambah tinggi, tetapi apakah pertumbuhannya berlangsung secara konsisten sesuai pola pertumbuhan masing-masing.
Jika pertumbuhan anak tampak melambat, anak jauh lebih pendek dibandingkan teman seusianya, atau tanda-tanda pubertas muncul terlalu cepat maupun terlalu lambat, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak, khususnya dokter yang memiliki kompetensi di bidang endokrinologi anak.
Kekhawatiran mengenai tinggi badan anak bukan semata-mata persoalan penampilan. Dalam beberapa kasus, perbedaan tinggi badan yang cukup mencolok dapat memengaruhi pengalaman sosial dan psikologis anak.
Anak yang merasa berbeda dari teman sebayanya mungkin lebih rentan mengalami ejekan atau perundungan. Sebagian anak juga dapat mengalami penurunan rasa percaya diri atau menjadi lebih sensitif terhadap penampilan fisiknya.
| Baca juga: Benarkah Kapur Barus Bisa Mengusir Tikus? |
Meski demikian, orang tua perlu berhati-hati agar kekhawatiran mengenai tinggi badan tidak justru membuat anak merasa bahwa dirinya kurang berharga. Tinggi badan merupakan salah satu aspek pertumbuhan, bukan ukuran nilai diri seorang anak.
Tidak ada satu makanan atau suplemen yang secara ajaib dapat membuat anak menjadi lebih tinggi. Potensi tinggi badan terutama dipengaruhi oleh faktor genetik, sementara nutrisi, kesehatan, tidur, aktivitas fisik, dan kondisi hormonal membantu anak mencapai potensi pertumbuhan tersebut secara optimal.
Setiap anak memiliki waktu pubertas yang berbeda. Karena itu, orang tua tidak perlu membandingkan anak secara berlebihan dengan teman sebaya.
Yang terpenting adalah memahami pola pertumbuhan anak dan mengenali perubahan sejak dini. Jika terdapat kekhawatiran mengenai tinggi badan atau perkembangan pubertas, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebelum atau pada awal pubertas, bukan menunggu sampai pertumbuhan hampir selesai.
Dengan pemantauan yang tepat, orang tua dapat lebih memahami perkembangan anak dan, bila memang ditemukan masalah medis, mendapatkan evaluasi serta penanganan sedini mungkin. UU
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....