Jangan Terjebak Standar Viral di Media Sosial
- 07 Agt 2026 17:34 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat, khususnya generasi muda, memandang diri sendiri dan berinteraksi dengan lingkungan. Kehadiran berbagai platform digital menghadirkan ruang berekspresi, namun juga memunculkan tantangan baru dalam menjaga jati diri.
Akademisi dan Dosen Universitas PGRI Madiun (UNIPMA), Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si., mengatakan media sosial telah menggeser cara pandang seseorang dari kehidupan nyata menuju dunia digital. Kondisi tersebut membuat banyak orang mulai membentuk standar hidup berdasarkan penilaian warganet.
Menurut Linda, dunia maya memiliki karakter yang berbeda dengan kehidupan nyata karena sulit dikendalikan. Pengguna media sosial tidak pernah benar-benar mengetahui siapa yang melihat, menilai, atau mengikuti setiap konten yang mereka unggah.
"Saat kita memegang ponsel, paradigma kita bisa bergeser dari kehidupan nyata menuju dunia maya. Di dunia maya itu sulit dikontrol siapa yang mengikuti atau membaca konten kita, sehingga tanpa sadar kita mulai mengikuti standar yang diinginkan netizen," ujar Linda, kemarin.
Linda mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental apabila seseorang tidak memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik di ruang digital. Keinginan untuk terus mendapat perhatian dan pengakuan dari pengguna media sosial dapat membuat seseorang kehilangan jati dirinya.
Ia menilai anggapan bahwa sebuah konten harus selalu viral agar dianggap berhasil merupakan pola pikir yang perlu diwaspadai. Menurutnya, seseorang sebaiknya tidak menjadikan jumlah penonton, tanda suka, maupun komentar sebagai tolok ukur utama dalam menilai diri sendiri.
"Kalau kita tidak kuat mental dan tidak mampu beradaptasi di dunia digital, itu bisa berbahaya karena akhirnya kita tidak menjadi diri sendiri. Jangan sampai muncul anggapan kalau tidak viral berarti tidak baik, karena standar seperti itu justru bisa menjadi tekanan bagi diri sendiri," katanya.
Linda berharap generasi muda mampu memanfaatkan media sosial secara bijak tanpa kehilangan identitasnya. Media sosial seharusnya menjadi sarana untuk berbagi hal positif dan mengembangkan potensi, bukan tempat untuk terus mengejar validasi dari orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....