Modus Narkoba Kian Beragam, Anak Muda Diharap Lebih Waspada
- 31 Jul 2026 10:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Peredaran gelap narkoba tidak lagi menjadi ancaman yang jauh dari kehidupan masyarakat. Modus yang terus berkembang membuat narkoba dapat menyusup ke berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, kampus, hingga pergaulan anak muda. Kondisi ini menjadi alarm bahwa kewaspadaan harus terus ditingkatkan.
Dosen Pembimbing UKM Gerhana (Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Narkoba), Dosen Fakultas Hukum Universitas Merdeka Madiun, Angga Pramodya Pradhana, S.H., M.H., menegaskan Indonesia saat ini telah memasuki fase darurat narkoba. "Narkotika pada dasarnya sudah sangat membahayakan di Indonesia ini. Jadi di Indonesia itu sekarang statusnya sudah darurat narkoba. Jadi sudah tidak bahaya lagi, tapi sudah darurat." Ucapnya saat menjadi Narasumber SPADA BREM PRO 2 RRI Madiun.
Menurut Angga, jaringan peredaran narkoba kini semakin berani menjalankan aksinya. Bahkan, pelaku dinilai tidak lagi merasa takut terhadap aparat penegak hukum. Dampaknya pun tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga memicu berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan generasi muda.
Ia menjelaskan, gaya hidup instan yang berkembang di kalangan anak muda menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan jaringan pengedar. Keinginan memperoleh hasil secara cepat, mencari pengakuan dalam pergaulan, hingga mengikuti tren tanpa berpikir panjang membuat sebagian remaja rentan terjerumus ke lingkungan yang salah.
"Dengan lifestyle remaja seperti sekarang ini yang enggak mau berusaha tapi maunya mendapatkan hasil yang instan serta dia maunya apa-apa itu dapat dengan mudah. Sehingga dampaknya itu kepada generasi-generasi muda ini banyak yang terpengaruh tanpa dia sadari dia masuk ke dalam lingkungan itu yang berakibat membahayakan baik itu keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar." Jelas Angga
Meski ancaman semakin nyata, upaya pencegahan terus dilakukan. BNN aktif menggelar sosialisasi di sekolah, kampus, hingga lingkungan kerja. Selain itu, pengguna diarahkan menjalani rehabilitasi, sementara pengedar mendapat ancaman hukuman yang sangat berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Angga juga mengingatkan masyarakat agar lebih peka terhadap perubahan perilaku orang di sekitarnya. Beberapa tanda awal penyalahgunaan narkoba antara lain perubahan pola hidup, aktivitas yang lebih banyak dilakukan pada malam hari, mudah depresi, tubuh terlihat lemas saat tidak menggunakan narkoba, mata sayu, hingga sulit diajak berkomunikasi. Di lingkungan masyarakat, meningkatnya pencurian, perampokan, dan tindak kekerasan juga dapat menjadi dampak dari kecanduan narkoba.
Di Universitas Merdeka Madiun sendiri, upaya pencegahan dilakukan melalui sosialisasi saat PKKMB, tes narkoba secara acak, hingga studi klinik ke BNN Provinsi agar mahasiswa mengenali berbagai jenis narkotika secara langsung. UKM Gerhana juga menggelar sosialisasi dan lomba bersama pelajar SMA sebagai bagian dari kampanye pencegahan narkoba.
Angga menambahkan, masyarakat tidak boleh lengah karena modus peredaran narkoba terus berubah. Narkoba kini dapat disamarkan melalui berbagai media, seperti rokok elektronik, minuman, hingga permen sehingga korban sering kali tidak menyadari telah terpapar.
Menutup perbincangan, Angga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terjebak budaya FOMO yang dapat membawa seseorang masuk ke lingkungan pengguna maupun pengedar narkoba. "Untuk generasi muda harapan saya jangan FOMO. Karena modus operandi narkoba itu masuknya ke mana-mana. Jadi jangan sampai akibat kita FOMO kita terjebak dalam satu circle, di mana circle itu adalah circle-nya user atau circle-nya pengedar."
Ia pun menambahkan pesan sederhana bagi anak muda untuk tetap percaya diri menjadi diri sendiri. "Intinya be yourself. Jadi jangan FOMO. Jadi be yourself aja, kita PD dengan apa yang kita punya."
Pada akhirnya, masa depan generasi muda tidak ditentukan oleh seberapa jauh mereka mengikuti tren, tetapi oleh keberanian mengambil keputusan yang benar. Karena sekali terjerat narkoba, yang dipertaruhkan bukan hanya kesehatan, melainkan masa depan, keluarga, dan kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....