Tahun Baru Islam Momentum Bangkit dan Tuntaskan Beban Kehidupan
- 25 Jul 2026 15:40 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Pergantian Tahun Baru Islam menjadi momen yang tepat bagi setiap muslim untuk menumbuhkan kembali semangat menjalani kehidupan. Meski masih menyisakan berbagai persoalan yang belum terselesaikan, umat diajak untuk tetap optimistis karena setiap masalah diyakini memiliki jalan keluar.
Rektor sekaligus dosen UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag, mengatakan bahwa pergantian tahun tidak selalu berarti seluruh persoalan hidup telah selesai. Namun, tahun baru menjadi kesempatan untuk membangun harapan dan tekad baru dalam menghadapi berbagai tantangan.
| Baca juga: Berikut Ini Cara Muhasabah Diri yang Tepat |
Menurutnya, setiap orang hampir pasti masih memiliki beban atau persoalan yang belum terselesaikan dari tahun sebelumnya. Meski demikian, hal tersebut tidak boleh memadamkan semangat untuk terus melangkah dan berikhtiar.
"Kalau kemudian misalnya masih ada pada pergantian tahun baru kemarin masih ada beban yang belum selesai, pasti ada. Kalau kita orang-orang yang selalu berharap kepada kebaikan, pasti semangat untuk menghadapi itu. Tetap pasti ada jalan untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya belum lama ini.
Prof. Evi menegaskan, optimisme harus terus dipelihara agar seseorang memiliki kekuatan menghadapi berbagai persoalan yang ada di depan. Semangat untuk terus bergerak dan melakukan hal-hal yang lebih baik menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan.
Ia menjelaskan, Al-Qur'an sendiri banyak memberikan motivasi kepada manusia agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Bahkan, menurutnya, ajaran Islam mendorong umatnya tetap menjalankan kewajiban meskipun terkadang pekerjaan atau tanggung jawab tersebut terasa berat dan tidak disukai.
"Semangat itu selalu kita tumbuhkan, selalu ada pada diri kita untuk melakukan hal-hal lain yang ada di depan kita. Maka, di dalam Al-Qur'an itu isinya selalu memberi semangat, bahkan untuk melakukan suatu pekerjaan yang sebenarnya pekerjaan itu tidak disukai," jelasnya.
Prof. Evi berharap semangat Tahun Baru Islam tidak berhenti pada perayaan seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi titik awal untuk memperkuat ikhtiar, meningkatkan keimanan, serta membangun optimisme dalam menghadapi setiap persoalan. Dengan keyakinan kepada Allah SWT dan semangat yang terus dipupuk, setiap tantangan diyakini dapat dilalui dengan lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....