Psikolog Jelaskan Tantangan Mental setelah Wisuda
- 30 Jun 2026 20:05 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Wisuda menjadi momen yang membanggakan bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Namun, di balik euforia tersebut, tidak sedikit lulusan baru yang mulai menghadapi berbagai tantangan mental saat memasuki fase kehidupan berikutnya, mulai dari mencari pekerjaan hingga menentukan arah karier.
Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa masa transisi setelah wisuda merupakan periode penyesuaian yang wajar. Menurutnya, perubahan status dari mahasiswa menjadi lulusan sering kali membawa tuntutan baru yang dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
“Setelah wisuda, banyak lulusan mulai dihadapkan pada pertanyaan tentang pekerjaan, karier, bahkan target hidup. Perubahan ini bisa memunculkan rasa cemas karena mereka memasuki fase yang penuh ketidakpastian,” ujarnya pada Senin (29/6/2026)
Menurut Andi, salah satu tantangan terbesar yang dialami lulusan baru adalah tekanan untuk segera mendapatkan pekerjaan. Harapan dari diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar sering kali membuat fresh graduate merasa harus segera berhasil.
“Ketika ekspektasi terlalu tinggi dan kenyataan tidak sesuai harapan, sebagian lulusan mulai meragukan kemampuan dirinya sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, media sosial juga menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar tekanan psikologis. Melihat teman sebaya sudah bekerja, melanjutkan studi, atau meraih pencapaian tertentu membuat sebagian lulusan merasa tertinggal.
“Tanpa disadari, mereka mulai membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang lain. Padahal setiap orang memiliki waktu dan proses yang berbeda,” tambah Andi.
Dari sisi psikologis, kondisi tersebut dapat memicu kecemasan, overthinking, menurunnya rasa percaya diri, hingga gejala quarter life crisis. Meski demikian, Andi menegaskan bahwa fase ini bukanlah tanda kegagalan, melainkan bagian dari proses adaptasi menuju dunia profesional.
“Merasa bingung setelah lulus bukan berarti tidak mampu. Itu adalah fase yang banyak dialami oleh lulusan baru ketika menghadapi perubahan besar dalam hidupnya,” katanya.
Untuk menghadapi masa transisi tersebut, Andi menyarankan lulusan baru agar tetap fokus pada pengembangan diri, memperluas pengalaman, dan tidak terpaku pada pencapaian orang lain. Ia juga mengimbau agar fresh graduate menetapkan target yang realistis sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Selain itu, menjaga rutinitas harian, memperluas jaringan profesional, serta tetap melakukan aktivitas yang mendukung kesehatan mental dinilai penting agar proses adaptasi berjalan lebih baik.
“Jangan mengukur keberhasilan hanya dari seberapa cepat mendapatkan pekerjaan. Yang lebih penting adalah terus bertumbuh, belajar, dan mempersiapkan diri menghadapi peluang yang datang,” tegas Andi.
Ia berharap keluarga dan lingkungan juga memberikan dukungan emosional kepada lulusan baru, bukan hanya tuntutan untuk segera sukses. Menurutnya, dukungan yang positif dapat membantu mereka lebih percaya diri dalam menjalani proses transisi.
“Tantangan setelah wisuda memang nyata, tetapi tidak perlu dihadapi dengan rasa takut. Setiap perjalanan karier memiliki waktunya masing-masing, dan yang terpenting adalah tetap melangkah dengan konsisten,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....