Pelajar Perlu Me Time, Ini Penjelasan Psikolog
- 30 Jun 2026 13:43 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Di tengah padatnya aktivitas belajar, tugas sekolah, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler, pelajar juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri atau me time. Psikolog menilai, me time bukan bentuk kemalasan, melainkan salah satu cara menjaga kesehatan mental agar tetap seimbang.
Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa me time merupakan waktu yang sengaja disediakan seseorang untuk melakukan aktivitas yang disukai, menikmati ketenangan, atau sekadar beristirahat dari rutinitas sehari-hari.
“Pelajar juga memiliki tekanan, baik dari tugas sekolah, ujian, maupun ekspektasi lingkungan. Karena itu, mereka membutuhkan waktu untuk memulihkan energi fisik dan mental,” ujarnya pada Minggu 28 Juni 2026.
Menurut Andi, me time dapat membantu pelajar mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi, serta menjaga kestabilan emosi. Ketika pikiran mendapatkan kesempatan untuk beristirahat, kemampuan otak dalam menyerap informasi juga menjadi lebih optimal.
“Belajar terus-menerus tanpa jeda justru bisa membuat otak mengalami kelelahan. Memberikan waktu istirahat adalah bagian dari strategi belajar yang sehat,” jelasnya.
Ia menambahkan, me time tidak harus dilakukan dengan aktivitas yang mahal atau membutuhkan waktu lama. Hal-hal sederhana seperti membaca buku, mendengarkan musik, berolahraga, menulis jurnal, berkebun, menggambar, atau berjalan santai sudah dapat memberikan efek relaksasi.
“Yang terpenting adalah aktivitas tersebut membuat pelajar merasa lebih tenang, nyaman, dan kembali bersemangat,” tambah Andi.
Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa me time berbeda dengan mengisolasi diri dari lingkungan. Menurutnya, jika pelajar terus menghindari interaksi sosial atau menghabiskan waktu sendirian dalam jangka panjang karena merasa tertekan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih.
“Me time bertujuan mengisi ulang energi, bukan menjauh dari orang lain atau menghindari tanggung jawab,” katanya.
Ia juga menyarankan agar pelajar mampu mengatur keseimbangan antara belajar, beristirahat, bersosialisasi, dan melakukan hobi. Pola hidup yang seimbang akan membantu mereka menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan produktivitas.
Selain itu, Andi mengimbau orang tua dan guru untuk memahami bahwa kebutuhan istirahat merupakan bagian penting dari proses belajar. Memberikan ruang bagi pelajar untuk menikmati waktu luang dapat membantu mereka kembali fokus ketika menjalani aktivitas akademik.
“Jangan menganggap anak yang sedang beristirahat sebagai anak yang malas. Selama dilakukan secara proporsional, me time justru membantu mereka menjadi lebih siap menghadapi tantangan belajar,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....