Waspada! Sebagai Istri Hindari Sifat-sifat Buruk Ini
- 03 Jun 2026 07:18 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun- Seorang isteri memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Dalam program Mutiara Pagi RRI Madiun, narasumber Dra. Hj. Siti Komariyatingsih, M.Pd.I mengingatkan kaum perempuan agar menjauhi sejumlah sifat tercela yang dapat merusak hubungan suami-isteri, yakni hananah, mananah, ananah, dan halaqoh. Menurutnya, akhlak yang baik menjadi salah satu kunci terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Ustazah Siti menegaskan bahwa rumah tangga yang bahagia tidak hanya dibangun dengan kecukupan materi, tetapi juga dengan sikap saling menghormati, bersyukur, dan menjaga adab antara suami dan isteri. "Sikap-sikap buruk yang terus dipelihara dapat menjadi pemicu konflik, bahkan berujung pada keretakan rumah tangga," tegas Ustazah Siti, Rabu, 3 Juni 2026.
Sifat hananah, kata Siti, adalah sikap seorang perempuan yang masih sering mengenang dan merindukan hubungan masa lalunya sehingga tidak sepenuhnya mencurahkan kesetiaan kepada suaminya saat ini. Dalam pengertian lain, hananah juga diartikan sebagai perempuan yang terlalu banyak mengeluh dan meratapi keadaan. " Perilaku seperti ini dapat mengganggu ketenangan rumah tangga karena hati dan pikirannya tidak fokus pada kehidupan yang sedang dijalani. Allah SWT berfirman:“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS. Al-Isra': 36)," kutip Siti.
Selain itu, Islam mengajarkan agar setiap muslim mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah dan tidak terus-menerus terikat pada masa lalu. Mananah adalah sifat seseorang yang gemar mengungkit-ungkit kebaikan, bantuan, pengorbanan, atau pemberian yang pernah dilakukan kepada orang lain, termasuk kepada suami. Sikap ini dapat melukai perasaan pasangan dan menghilangkan nilai keikhlasan suatu amal. Padahal Islam sangat menekankan pentingnya berbuat baik dengan tulus tanpa mengharapkan balasan maupun pujian.
Allah SWT berfirman:“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan penerima.”(QS. Al-Baqarah: 264) Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa mengungkit jasa dapat menghapus nilai kebaikan yang telah dilakukan.
Ananah berasal dari kata ana yang berarti "aku". Sifat ini menggambarkan pribadi yang egois, selalu mengutamakan kepentingan diri sendiri, dan kurang memperhatikan kebutuhan pasangan maupun keluarganya. Bunda Siti, sapaan akrabnya mengungkapkan, dalam kehidupan rumah tangga, sifat ananah dapat memunculkan pertengkaran karena tidak adanya sikap saling memahami dan berkorban. Allah SWT berfirman:“Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas dirinya sendiri sekalipun mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu.”(QS. Al-Hasyr: 9). " Ayat tersebut menunjukkan kemuliaan sikap mendahulukan kepentingan orang lain dan menjauhi egoisme," ungkap Siti.
Selain itu, sifat halaqoh sering diartikan sebagai perempuan yang gemar menuntut sesuatu di luar kemampuan suaminya, membebani pasangan dengan berbagai permintaan, serta kurang bersyukur atas apa yang telah diberikan. Perilaku ini dapat menimbulkan tekanan psikologis dan ekonomi dalam rumah tangga. Islam mengajarkan hidup sederhana dan menerima rezeki dengan rasa syukur. Allah SWT berfirman:“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”(QS. Al-Baqarah: 286). Karena itu, seorang isteri dianjurkan membantu suami menciptakan suasana rumah yang penuh ketenangan, bukan menjadi sumber beban yang berlebihan.
Ustazah Siti Komariyatingsih berulang kali menekankan pentingnya keikhlasan, ketakwaan, akhlak mulia, serta istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam sebagai fondasi kehidupan keluarga. "Sikap syukur, sabar, dan menjaga hubungan baik dengan pasangan merupakan bekal penting dalam meraih kebahagiaan dunia dan akhirat," Siti menekankan. Rasulullah SAW bersabda:“Sebaik-baik perempuan adalah yang apabila engkau memandangnya, ia menyenangkanmu; apabila engkau memerintahnya, ia mentaatimu; dan apabila engkau tidak berada di sisinya, ia menjaga dirinya dan hartamu.”(HR. An-Nasa'i)
Hj. Siti Komariyatingsih, M.Pd.I mengajak para isteri untuk senantiasa melakukan muhasabah diri dan menjauhi sifat hananah, mananah, ananah, serta halaqoh. Dengan membangun rumah tangga di atas fondasi iman, syukur, keikhlasan, dan kasih sayang, keluarga akan lebih mudah meraih ketenangan serta keberkahan dari Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....