Pentingnya Orang Tua Memilih Game Aman Bagi Anak

  • 11 Feb 2026 10:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Orang tua perlu lebih waspada terhadap konten kekerasan ekstrem dalam permainan digital yang sering dimainkan anak-anak. Adegan tembak-tembakan atau visual yang berdarah-darah sangat tidak baik untuk mental anak. Orang tua harus rajin menyortir atau memilihkan permainan agar anak terhindar dari pengaruh buruk yang tidak sesuai usia mereka.

Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si. dalam dialog Jaga Malam bersama Pro2 RRI Madiun menjelaskan bahaya permainan digital ternyata tidak hanya soal kekerasan fisik, tetapi juga perilaku seperti penghinaan fisik atau body shaming. "Ada loh game yang sebenarnya hanya makan burger gitu ya, cepat-cepetan makan burger tapi ternyata dia itu jadi body shaming, jadi kegemukan. Ini juga tidak boleh, jadi harus disortir juga kira-kira konten maupun isi dalam game itu seperti apa," ujar Dr. Linda. Beberapa permainan yang terlihat sederhana mungkin saja menyelipkan konsep yang salah dan bisa merusak cara pandang anak. Meskipun sebuah permainan bertujuan mengasah otak, kemasan dan pesan di dalamnya tetap harus diperiksa secara teliti.

Anak-anak memiliki sifat alami untuk meniru apa pun yang mereka lihat di dalam layar gawai. Jika mereka sering melihat aksi anarkis di dalam permainan, dikhawatirkan mereka akan membawa perilaku kasar tersebut ke dunia nyata. Hal ini tentu menjadi risiko besar bagi perkembangan karakter dan sikap anak dalam berinteraksi dengan temannya.

"Kecenderungan anak untuk meniru itu sebenarnya tetap ada, akan menjadi bahaya juga ketika nanti di dunia nyata mereka masih terimajinasi dan terbayang-bayang dengan aktivitas yang ada di game tersebut," jelas Dr. Linda. Kebiasaan buruk seperti memukul atau bersikap kasar bisa muncul karena anak kehilangan batasan antara permainan dan kenyataan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan jenis permainan yang sesuai dengan level kedewasaan anak.

Jika tidak diawasi, kebiasaan melihat kekerasan ini bisa memicu perilaku perundungan atau bullying di sekolah. Anak yang terlalu sering terpapar konten kasar akan sulit berempati dan cenderung menyelesaikan masalah dengan cara anarkis. Pengawasan orang tua menjadi pelindung utama agar anak tumbuh dengan sikap yang santun dan penuh kasih sayang.

Literasi digital di dalam keluarga adalah kunci utama untuk membentengi anak-anak dari pengaruh negatif teknologi. Pastikan setiap permainan yang diunduh sudah aman secara visual maupun pesan moral bagi perkembangan jiwa anak. Dengan pemilihan yang tepat, dunia digital akan tetap menjadi tempat belajar yang menyenangkan tanpa merusak perilaku mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....