Fenomena Backburner Picu Luka Psikologis dan Harapan Palsu

  • 22 Mei 2026 17:40 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena “backburner” atau hubungan cadangan kini semakin ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya di kalangan anak muda. Dalam program siaran “Curhat Dong” PRO 2 RRI Madiun.

Andi Cahyadi, M.Psi. (psikolog), menjelaskan bahwa fenomena tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis serius bagi seseorang yang hanya dijadikan “opsi kedua” dalam hubungan.

Mengutip dari beberapa sumber, istilah backburner berasal dari dunia kuliner, yakni tungku belakang yang digunakan untuk menjaga makanan tetap hangat tanpa menjadi prioritas utama.

Konsep itu kemudian diadaptasi dalam hubungan asmara sebagai seseorang yang tetap dipertahankan, namun tidak dijadikan pasangan utama.

“Backburner itu seperti cadangan emosional. Diperhatikan seperlunya, dicari saat butuh, tetapi tidak benar-benar diprioritaskan,” jelas Andi.

Ia menilai, korban backburner kerap terjebak dalam harapan palsu. Mereka berharap suatu saat akan menjadi pasangan utama, padahal kenyataannya hubungan tersebut hanya dipertahankan demi memenuhi kebutuhan emosional pelaku.

“Yang paling sering terjadi adalah korban merasa ada harapan untuk dipilih. Padahal sebenarnya itu hanya ilusi,” ujarnya.

Dampak psikologis yang muncul antara lain rasa cemas, overthinking, sensitif berlebihan, hingga kehilangan harga diri. Korban juga rentan mengalami ketergantungan emosional karena terbiasa menerima perhatian kecil yang diberikan secara tidak konsisten. Selain itu, Andi menyebut korban backburner sering mengorbankan waktu dan kesempatan untuk menjalin hubungan yang lebih sehat.

“Mereka akhirnya melewatkan orang-orang yang sebenarnya tulus dan siap menjadikan dia prioritas,” katanya.

Ia mengingatkan pentingnya menyadari batasan dalam hubungan, terutama jika salah satu pihak sudah memiliki pasangan resmi. Menurutnya, hubungan semacam ini cenderung tidak memiliki masa depan yang jelas.

“Kalau terus dipertahankan, yang ada hanya luka emosional dan konflik yang semakin besar,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....