Menang di Awal, Buntung di Akhir: Psikologis Judol

  • 14 Mei 2026 21:19 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena judi online semakin marak dengan kemasan menyerupai permainan digital biasa. Masyarakat, terutama anak muda, tidak menyadari bahwa game yang dimainkan sebenarnya mengandung unsur perjudian.

Hal tersebut disampaikan Mochammad Sebbhie Tyasworo (Pengelola Data Keamanan Siber dan Sandi Kominfo Ngawi). Pihaknya mengungkapkan bahwa bandar judi online sengaja memainkan psikologi korban agar terus terjebak dalam permainan.

“Mereka biasanya memberi kemenangan awal. Misalnya deposit Rp100 ribu lalu menang Rp150 ribu. Dari situ korban mulai percaya bahwa judi online bisa menghasilkan uang cepat,” jelasnya.

Namun, menurut Sebbhie, kemenangan tersebut sebenarnya telah diatur sistem. Bandar akan membuat pengguna merasa sering menang di awal sebelum akhirnya mengalami kekalahan beruntun.

“Logikanya sudah di-setting oleh bandar. Mereka pasti untung,” katanya.

Ia menambahkan, kecanduan judi online dapat membuat seseorang kehilangan kendali hingga rela menghabiskan tabungan, menjual barang pribadi, bahkan melakukan tindak kriminal demi terus bermain. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai bentuk permainan digital yang mengharuskan pemain melakukan deposit, taruhan, atau top up dengan sistem menang-kalah.

“Kalau ada taruhan dan deposit uang dengan hasil yang tidak pasti, itu sudah masuk kategori judi online,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....