Menyambut Tahun Baru Islam, Tiga Amalan Utama yang Dianjurkan bagi Umat Islam

  • 13 Jun 2026 10:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun : Menjelang pergantian tahun baru Islam 1 Muharram, umat Islam tentunya diimbau untuk tidak melewatkan momentum berharga ini tanpa menjalankan amalan- amalan baik yang dianjurkan. Dalam kajian pagi, Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Madiun, Ustaz Haji Pujianto, MHI., memparkan setidaknya terdapat tiga amalan yang dianjurkan dalam mengakhiri tahun atau menyambut Tahun baru Islam.

“Ketika tahun bertambah, maka hakikatnya umur manusia di dunia justru semakin berkurang. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata kita sebagai seorang hamba, agar sisa waktu di dunia ini tidak berjalan sia-sia, dan memanfaatkan momen akhir maupun awal tahun untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” Ucap Ustaz Pujianto.

Adapun amalan yang pertama yakni adalah melaksanakan puasa sunah, baik di akhir tahun maupun di awal tahun baru Islam. Amalan pertama ini sangat ditekanankan karena puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan sebuah bentuk keprihatinan sekaligus sarana merenungkan diri.

Melalui puasa, seorang hamba diajak untuk mengekang hawa nafsu. Selain itu juga menghitung kembali dosa apa saja yang telah dilakukan selama satu tahun ke belakang.

Selanjutnya memperbanyak amal saleh sebagai amalan kedua. Ustaz Pujianto memaparkan diantara amal soleh tersebut mulai dari meningkatkan salat sunah hingga membaca Al-Qur'an.

Lebih lanjut amalan yang ketiga dan tidak kalah krusial adalah bertaubat dan memohon ampunan Allah SWT. Akhir tahun menjadi waktu yang sangat tepat untuk mengakui segala perbuatan sekaligus menjadi momen untuk mengetuk pintu rahmat Allah.

Bertaubat menjadi modal yang esensial agar umat Muslim dapat memasuki awal tahun baru Islam dengan jiwa yang lebih bersih dan semangat ibadah yang baru. Menariknya juga, Ustaz Pujianto juga mengaitkannya dengan fenomena banyaknya pernikahan di bulan Zulhijah atau akhir tahun.

“Maka ketika orang itu menikah dan mendapatkan ucapan selamat menempuh hidup baru. Karena memang akan menjalankan kehidupan yang baru atau lembaran hidup yang baru. Nah, disini berarti bahwa dimana seseorang yang menikah, sudah harus mulai mandiri dan bertanggung jawab atas kewajibannya di hadapan Allah,” jelasnya.

Selain itu, Ustaz Pujianto juga menekankan sekaligus mengingatkan agar seluruh amalan tadi tidak berhenti saat momentum akhir tahun atau tahun baru saja dan kemudian berlalu. Penting untuk selalu konsisten atau istikamah dalam beribadah.

“Terus melakukan introspeksi diri secara berkala tanpa meratapi hal- hal yang mungkin belum berjalan sesuai rencana secara berlebihan. Manusia diberikan hak oleh Allah untuk mengubah nasibnya melalui perpaduan antara doa yang tulus dan usaha semaksimal mungkin, “ ucap Pujianto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....