Umat Islam Harus Waspada pada Tahun- tahun Penuh Tipu Daya saat Ini

  • 30 Apr 2026 17:09 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Informasi yang masif dan mudah diakses saat ini, perlu disikapi dengan penuh kehati-hatian dan bijak bagi umat Islam. Iman yang kuat menjadi benteng bagi setiap hamba Allah agar tidak mudah terjebak dalam arus kebohongan, maka perlu waspada akan tipu daya yang dapat menggoyahkan iman.

Dalam kajian pagi, Mutiara Pagi di RRI Madiun, Ustaz Shofar, S.Pd.i., S.M., memaparkan fenomena pada tahun-tahun yang penuh tipu daya, sebagaimana yang telah diprediksi oleh Rasulullah SAW. “Sebagaimana hadits riwayat Abu Hurairah RA:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: سيَأتي علَى النَّاسِ سنواتٌ خدَّاعاتُ يصدَّقُ فيها الكاذِبُ ويُكَذَّبُ فيها الصَّادِقُ ويُؤتَمنُ فيها الخائنُ ويُخوَّنُ فيها الأمينُ وينطِقُ فيها الرُّوَيْبضةُ قيلَ وما الرُّوَيْبضةُ قالَ الرَّجلُ التَّافِهُ في أمرِ العامَّةِ

“Saya’ti alannasi sanawaatun khadaa’atun yushodaqu fiha al-kaadzibu wa yukadzzibu fiha as-shaadiqu wa yu’tamanu fiha al-haainu wa yukhawwanu fiha al-amiinu wa yanthiqu qila fihaa ar-ruwaibidhatu qala ar-rajulu at-taafihu fi amri al-aammati,”.

Yang artinya, Akan datang tahun-tahun penuh kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang jujur didustakan, pengkhianatan terhadap amanah yang diberi, orang yang jujur dikhianati, dan ruwaibidhah ikut berkomentar,” jelas Shofar.

Ruwaibidah, dijelaskan lebih lanjut oleh Shofar yaitu adalah orang yang tidak memiliki kapasitas ilmu, namun lantang berbicara tentang urusan umat. “Mungkin karena dia merasa banyak follower di media sosial atau terkenal, dia bicara tanpa dasar ilmu yang mendalam, tanpa akhlak, dan bukan atas dasar takwa. Dampaknya adalah kerusakan dan perpecahan,” ucapnya.

Selain itu, Ia juga menekankan bahwa di tahun-tahun tipu daya ini, arah hati nurani bahkan iman seringkali terabaikan atau tergoyahkan. “Pendusta dikatakan jujur, sementara orang jujur justru didustakan dan dihinakan. Ini bukan hanya gelap secara berpikir, tapi juga gelap secara hati nurani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Shofar mengajak kita untuk bercermin, apakah kita termasuk yang mengikuti setiap arus kebohongan atau sesuatu yang tidak benar itu atau tetap memegang kejujuran walaupun sendirian. Oleh karena itu penting untuk terus menjaga dan menguatkan iman terhadap Islam, dan berpegang teguh pada Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam menjalankan hidup.

Terakhir terdapat tiga jenis kebohongan yang diperbolehkan dalam Islam yang disampaikan oleh Ustaz Shofar. “Pertama adalah untuk menyelamatkan nyawa seseorang, kemudian yang kedua adalah untuk mendamaikan dua orang yang bertikai, dan terakhir bohongnya suami kepada istri atau istri kepada suami untuk menentramkan hati, atau menyenangkan hati tetapi bukan bohong yang untuk menutupi kesalahan,” ucap Shofar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....