Perempuan, Relasi & Batasan Diri : Mengapa Sulit Mengatakan "Tidak"
- 22 Apr 2026 13:19 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Dalam dinamika relasi sosial yang semakin kompleks, perempuan kerap dihadapkan pada dilema antara menjaga hubungan dan mempertahankan kenyamanan diri. Fenomena ini menjadi sorotan dalam diskusi mengenai pentingnya batasan diri atau personal boundaries, khususnya bagi perempuan yang sering dipersepsikan sebagai sosok penuh empati dan kepedulian.
“Banyak dewasa ini, pergaulan ada yang berjalan sehat, namun ada pula yang tidak terkontrol. Begitu juga dengan kehidupan perempuan. Perempuan sering dilihat sebagai sosok yang hangat, peduli, dan penuh perhatian. Namun, tanpa disadari, hal ini membuat sebagian perempuan menjadi terlalu totalitas dalam berbuat untuk orang lain,” ungkap Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi UKWMS Kampus Madiun, Selasa 21 April 2026.
Ia menambahkan bahwa kecenderungan untuk terus mengiyakan permintaan orang lain, meskipun dalam kondisi tidak nyaman, menjadi salah satu tanda belum kuatnya batasan diri. Hal ini tidak jarang berujung pada kelelahan emosional hingga hilangnya keseimbangan dalam kehidupan pribadi.
Menurut Robik, kemampuan mengatakan “tidak” bukanlah bentuk penolakan terhadap orang lain, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. “Sebagai seorang perempuan, penting untuk menjaga batasan diri. Dengan begitu, perempuan mampu menetapkan mana yang dapat diterima dan mana yang tidak,” jelasnya.
Batasan diri ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari pengelolaan waktu, energi, hingga kapasitas emosional. Perempuan perlu menyadari seberapa banyak waktu yang bisa diberikan untuk membantu orang lain, seberapa besar energi yang dapat dicurahkan, serta seberapa jauh mampu menampung emosi negatif dari lingkungan sekitar.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa membangun batasan diri bukan berarti menjadi egois, melainkan upaya menjaga kesehatan mental dan kualitas relasi. Relasi yang sehat justru terbentuk ketika masing-masing individu mampu menghargai batasan satu sama lain.
Di tengah tuntutan sosial yang kerap menempatkan perempuan sebagai “penjaga harmoni”, keberanian untuk mengatakan “tidak” menjadi keterampilan penting yang perlu dilatih. Dengan batasan yang jelas, perempuan tidak hanya mampu menjaga dirinya sendiri, tetapi juga membangun relasi yang lebih seimbang dan bermakna
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....