Sikap Islami Menghadapi Musibah: Menjaga Keimanan di tengah Kesedihan
- 29 Sep 2026 08:18 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Rasa sedih dan duka cita merupakan fitrah manusiawi saat ditimpa musibah atau kehilangan anggota keluarga tercinta. Pembahasan mengenai batas keharusan bersabar saat berduka mengemuka dalam dialog interaktif Senin 28 September 2026 di RRI Madiun.
Ustazah Siti Amiroh menjelaskan Islam tidak melarang umatnya untuk menangis atau merasa sedih. Namun, kesedihan tersebut harus ditata agar tidak melampaui batas yang dilarang oleh syariat.
Dalam penjelasannya di program Mutiara Pagi, Ustazah Siti Amiroh memberikan batasan yang jelas mengenai rasa duka. "Sabar itu bukan berarti tidak boleh menangis, boleh. Sabar itu bukan berarti tidak boleh sedih, boleh sedih, tetapi tetap dalam ketaatan kepada Allah," kata Ustazah Siti Amiroh.
Ustazah Siti Amiroh melanjutkan tindakan berlebihan seperti menjerit-jerit, meratap, atau merusak diri saat tertimpa cobaan merupakan hal yang merusak nilai kesabaran. Seorang muslim diajarkan untuk mengembalikan segala urusan kepada Sang Pencipta melalui kalimat istirja.
Dengan memahami batas-batas ekspresi duka, Ustazah Siti Amiroh mengharapkan umat muslim tetap stabil dan terarah dalam menghadapi musibah. Sikap pasrah dan ikhlas akan mempercepat proses pemulihan batin setelah masa-masa sulit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....