Psikolog: Pendampingan Anak Digital Butuh Dialog, Bukan Sekadar Larangan
- 16 Apr 2026 20:43 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Pendampingan anak dalam menggunakan media sosial tidak cukup hanya dengan pembatasan. Orang tua perlu membuka ruang diskusi agar anak memahami penggunaan digital secara sehat.
Psikolog Aulia Andaryati menegaskan, larangan tanpa komunikasi justru berisiko. Anak bisa tidak memahami alasan di balik aturan.
“Kalau hanya batasan tanpa komunikasi, anak tidak mengerti. Harus ada ruang diskusi,” ujarnya dalam siaran Jaga Malam Pro 2 RRI Madiun.
Menurutnya, anak tidak membutuhkan kebebasan digital tanpa batas. Yang mereka butuhkan adalah ruang yang aman dan pendampingan dari orang dewasa. “Anak butuh ruang digital yang aman, bukan yang bebas tanpa batas. Dan harus ada orang dewasa yang hadir di dalamnya,” jelasnya.
Aulia menyarankan orang tua mengubah pola pendekatan. Aturan tidak lagi sepihak, tetapi dibuat bersama anak. Kesepakatan bisa mencakup waktu penggunaan, jenis konten, dan durasi akses. Pendekatan ini membuat anak merasa dilibatkan. Selain itu, orang tua juga perlu memberikan alasan yang logis. Tidak hanya melarang, tetapi menjelaskan “mengapa”. “Anak perlu tahu kenapa suatu konten tidak boleh diakses atau kenapa ada batas waktu,” katanya.
Dengan komunikasi terbuka, anak belajar bertanggung jawab. Mereka juga merasa lebih dipercaya oleh orang tua. Pendekatan ini dinilai lebih efektif. Tidak hanya melindungi, tetapi juga membentuk sikap bijak anak di dunia digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....