Bentuk Judi Online Beragam, Alasan Sulit Diberantas
- 14 Apr 2026 11:26 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Maraknya judi online (judol) di tengah masyarakat menimbulkan pertanyaan mengenai bentuk-bentuknya serta alasan mengapa praktik ini terus ada meski telah dilakukan berbagai upaya penindakan. Pada siaran obrolan Jaga Malam Pro 2 RRI Madiun, Aditya Setyo Raharjo (pakar hokum ASR & Partner) menjelaskan bahwa akses awal menuju judi online umumnya berawal dari hal yang sederhana, seperti iklan di internet.
“Biasanya orang masuk ke judi online itu dari website yang dibuka di handphone atau laptop. Ada iklan-iklan menarik, lalu diklik, itu jadi pintu masuk awal,” ujarnya.
Menurutnya, bentuk judi online sendiri beragam, namun memiliki pola yang sama, yakni menawarkan permainan dengan iming-iming keuntungan uang. Iklan yang ditampilkan sering kali dirancang menarik agar pengguna tergoda untuk mencoba. Aditya juga menegaskan bahwa keberadaan judi online hingga saat ini tidak menunjukkan penurunan signifikan. Salah satu penyebabnya adalah jumlah situs yang sangat banyak dan terus bermunculan.
“Kalau satu website ditutup, akan muncul lagi yang lain. Ibaratnya mati satu tumbuh sejuta,” jelas Aditya Setyo Raharjo.
Dari sisi psikologis, Aulia Andaryati menilai bahwa daya tarik judi online tidak lepas dari perubahan fungsi hiburan menjadi aktivitas taruhan yang membuat pemain kehilangan kendali.
“Teknologi itu bukan musuh. Yang perlu diwaspadai adalah ketika hiburan berubah menjadi taruhan dan kita kehilangan kontrol,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti peran iklan dalam menyebarkan judi online. Meski pihak berwenang telah melakukan pemblokiran, jumlah situs yang sangat banyak membuat upaya tersebut belum sepenuhnya efektif.
“Diblokir satu, bisa tumbuh seribu. Karena itu sulit terfilter semuanya,” kata Aulia Andaryati.
Menurutnya, kombinasi antara kemudahan akses, banyaknya iklan, serta harapan mendapatkan keuntungan instan membuat judi online terus diminati oleh sebagian masyarakat. Edukasi menjadi kunci utama untuk menekan pertumbuhan judi online. Masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan yang belum tentu nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....