Mengenal Metode SEFT dalam Dukungan Psikososial

  • 12 Apr 2026 15:20 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Metode dukungan psikososial terus berkembang untuk membantu korban bencana pulih secara mental. Salah satu metode yang digunakan adalah SEFT atau Spiritual Emotional Freedom Technique.

Hal ini disampaikan oleh Aria Kusuma Aji, relawan penanggulangan bencana sekaligus perawat RSUD dr Soedono Madiun. Ia menjelaskan bahwa SEFT menjadi pendekatan yang cukup efektif dalam menangani stres pada masyarakat terdampak.

Menurut Aria, SEFT lebih banyak diterapkan pada kelompok usia dewasa. Sasaran metode ini meliputi lansia, ibu-ibu, hingga bapak-bapak yang mengalami tekanan psikologis.

Pendekatan ini berfokus pada perbaikan pola pikir dan kondisi emosional. Dengan demikian, individu diharapkan mampu mengelola stres secara lebih baik.

“SEFT atau Spiritual Emotional Freedom Technique ini lebih ke bagaimana kita mengatur mindset atau pola pikir seseorang. Metode ini menggabungkan hipnoterapi dengan akupresur, jadi ada sugesti yang diberikan sekaligus penekanan di titik-titik tertentu,” ujarnya, kemarin.

Ia menambahkan bahwa kombinasi tersebut bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Dalam prakteknya, SEFT digunakan pada masyarakat yang mengalami peningkatan tingkat stres.

Kondisi ini sering terjadi pada korban bencana yang menghadapi berbagai tekanan. Tingkat stres setiap individu berbeda-beda, tergantung kemampuan mereka dalam mengatasi masalah.

"Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan juga perlu disesuaikan," tambahnya.

Aria menjelaskan bahwa terdapat dua jenis mekanisme koping dalam menghadapi stres, yaitu adaptif dan maladaptif. Koping adaptif membantu individu menghadapi masalah dengan baik.

Sebaliknya, koping maladaptif berisiko menimbulkan dampak negatif seperti menarik diri dari lingkungan. Bahkan, dalam kondisi tertentu dapat memicu tindakan berbahaya.

“Kalau kopingnya adaptif, berarti dia mampu mengelola stres dengan baik. Tapi kalau maladaptif, risikonya bisa menyendiri, stres meningkat, bahkan muncul pikiran-pikiran negatif yang berbahaya. Di sinilah SEFT dan dukungan psikososial sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Ia menegaskan pentingnya intervensi yang tepat untuk mencegah dampak lanjutan. Menurut Aria, peran relawan dalam dukungan psikososial sangat krusial di lokasi bencana.

Metode seperti SEFT menjadi salah satu alternatif untuk membantu korban mengatasi tekanan emosional. Pendekatan ini tidak hanya menyasar aspek mental, tetapi juga memberikan efek relaksasi pada tubuh.

"Dengan penerapan yang tepat, kondisi psikologis korban dapat berangsur membaik," ungkapnya.

Upaya penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik. Aspek psikososial juga perlu mendapat perhatian serius agar korban dapat kembali menjalani kehidupan normal.

Melalui metode seperti SEFT, diharapkan masyarakat mampu membangun kembali keseimbangan emosionalnya. Pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan proses pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....