Aria Bantu Korban Banjir Aceh lewat Dukungan Psikososial
- 12 Apr 2026 13:28 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Peran relawan bencana tidak hanya terbatas pada penanganan kesehatan fisik. Hal ini ditunjukkan oleh Aria Kusuma Aji, perawat RSUD dr Soedono Madiun sekaligus relawan penanggulangan bencana. Dalam penugasannya ke Aceh, ia terjun langsung membantu korban terdampak banjir bandang. Selain layanan medis, ia juga memberikan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak.
Aria menjelaskan bahwa dirinya tergabung dalam tim EMT (Emergency Medical Team) dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Fokus utama tim memang pada penanganan kesehatan korban bencana. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan kebutuhan lain yang tidak kalah penting. Banyak anak-anak mengalami kebosanan akibat keterbatasan aktivitas.
“Waktu penugasan di Aceh selama seminggu, kami memang fokus di kesehatan karena tergabung dalam EMT dari Dinas Kesehatan Jawa Timur. Tapi setelah melihat kondisi di lapangan, ternyata banyak anak-anak yang kegiatannya monoton dan itu berpotensi menimbulkan masalah lanjutan,” ujarnya.
Menurut Aria, situasi pascabencana membuat anak-anak kehilangan ruang bermain dan belajar. Sekolah rusak akibat banjir, sementara lingkungan sekitar tidak mendukung aktivitas mereka. Anak-anak hanya berada di tenda pengungsian tanpa kegiatan berarti. Kondisi ini berisiko memicu isolasi sosial jika tidak segera ditangani.
Melihat hal tersebut, Aria bersama tim mencoba menghadirkan pendekatan berbeda. Ia membawa properti boneka sebagai media untuk berinteraksi dengan anak-anak. Metode ini digunakan untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan. Anak-anak pun mulai lebih terbuka dan aktif berinteraksi.
“Kita coba masuk dengan pendekatan psikososial, salah satunya menggunakan boneka. Tapi sebelum itu, kita lihat dulu kondisi anak-anaknya, apakah memungkinkan. Karena tujuan utamanya agar mereka tidak terus-menerus diam yang bisa berujung pada isolasi sosial,” jelasnya.
Aria menegaskan bahwa dukungan psikososial menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Tidak hanya kesehatan fisik, kondisi mental korban juga harus diperhatikan. Terlebih bagi anak-anak yang rentan mengalami trauma dan kebosanan. Pendekatan kreatif seperti penggunaan boneka menjadi salah satu solusi yang efektif.
Melalui pengalamannya, Aria berharap semakin banyak relawan yang memahami pentingnya dukungan psikososial. Penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan begitu, proses pemulihan korban, baik fisik maupun mental, dapat berjalan lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....