Lebaran Bukan Akhir, tapi Awal Perjalanan Iman
- 08 Apr 2026 21:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Momentum Hari Raya Idulfitri seharusnya tidak dimaknai sebagai akhir dari rangkaian ibadah Ramadan, melainkan sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas keimanan. Hal ini disampaikan oleh Ustadzah Indah Bilqis Rosyidah, M.Pd., dalam siaran Mutiara Pagi Pro1 RRI Madiun.
Menurutnya, banyak masyarakat yang keliru memaknai Lebaran sebagai “garis finish” setelah sebulan penuh beribadah. Padahal, Idulfitri justru menjadi titik awal atau “start” dalam perjalanan spiritual seorang Muslim.
| Baca juga: Mau ke Surga? Ini Lo Tiketnya |
“Lebaran itu bukan akhir, tapi awal dari perjalanan iman kita. Jadi, bukan akhir tapi justru menjadi titik start, bukan finish,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa bulan Syawal memiliki makna peningkatan. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan mampu menjadikan momen pasca-Ramadan sebagai awal komitmen baru dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Syawal itu artinya peningkatan. Ini harus menjadi awal komitmen kita, komitmen baru dalam ketakwaan kita kepada Allah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Idulfitri memiliki makna kembali kepada fitrah, yaitu kondisi suci sebagaimana manusia dilahirkan. Nilai ini seharusnya tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah (hablumminallah) maupun dengan sesama manusia (hablumminannas).
Dengan demikian, semangat ibadah yang telah dibangun selama Ramadan tidak berhenti begitu saja, melainkan terus dijaga dan ditingkatkan di bulan-bulan berikutnya. Ustadzah Indah juga mengajak umat Islam untuk menjadikan Syawal sebagai momentum memperkuat konsistensi dalam beribadah dan berakhlak mulia.
“Jangan sampai semangat Ramadan hilang begitu saja. Justru setelah Idulfitri, kita harus lebih baik lagi dalam menjaga keimanan dan ketakwaan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....