Fenomena Buzzer di Era Digital, Sikapi Secara Proporsional
- 07 Apr 2026 11:17 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Fenomena buzzer di media sosial kian menjadi sorotan publik, terutama dalam konteks isu politik dan sosial. Penata Layanan Operasional Kominfo Ngawi, Yudha Indra Permana, menjelaskan bahwa buzzer pada dasarnya merupakan individu atau kelompok yang aktif menyuarakan dan memperkuat suatu pesan melalui media sosial agar mendapat perhatian luas.
“Istilah buzzer sebenarnya bersifat netral. Awalnya banyak digunakan dalam dunia pemasaran digital, di mana perusahaan memanfaatkan influencer untuk memperkenalkan produk atau layanan,” jelasnya saat siaran obrolan Spada Brem Pro 2 RRI Madiun.
Namun, seiring perkembangan waktu, istilah buzzer mulai sering dikaitkan dengan aktivitas dalam ranah sosial dan politik, sehingga kerap memiliki konotasi negatif di masyarakat. Menurut Yudha, penilaian terhadap buzzer seharusnya tidak dilakukan secara sepihak. Ia menekankan bahwa yang perlu diperhatikan adalah tujuan, metode, serta substansi pesan yang disampaikan.
“Kita perlu melihatnya secara proporsional dan mampu membedakan antara aktivitas komunikasi yang sah dengan yang melanggar norma atau hukum,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menguatnya fenomena buzzer tidak lepas dari tingginya penetrasi internet dan penggunaan media sosial di Indonesia. Ruang digital kini telah menjadi ruang publik baru bagi masyarakat untuk berinteraksi dan bertukar informasi.
Selain itu, algoritma platform digital juga berperan besar dalam mempercepat penyebaran konten. Konten yang bersifat emosional atau kontroversial cenderung mendapatkan interaksi tinggi dan lebih cepat viral.
“Ketika ada sekelompok akun yang menyuarakan pesan serupa secara masif, hal tersebut bisa membentuk persepsi publik bahwa pandangan tersebut sangat dominan,” ujarnya.
Meski demikian, Yudha menegaskan bahwa opini publik tidak serta-merta mudah dipengaruhi apabila masyarakat memiliki literasi digital yang baik.
“Oleh karena itu, penguatan literasi digital menjadi kunci agar masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi di ruang digital,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....