Pentingnya Tabayyun di tengah Banjir Informasi pada Era Digital Sekarang

  • 20 Jul 2026 13:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Kemajuan teknologi informasi di era digital bagaikan pisau bermata dua, pertama kita dimanjakan dengan kecepatan dan kemudahan akses informasi yang belum pernah terjadi pada generasi sebelumnya. Namun di sisi lain, jutaan informasi yang kita dapat, setiap waktu justru memicu banyak individu merasa resah, gelisah, dan cemas akibat mengonsumsi informasi tanpa penyaringan yang benar, maka pentingnya untuk tabayyun.

Seorang ulama di Madiun, Ustaz H.Kusnan,M.Ag., menjelaskan dalam bahwa banyaknya muncul kecemasan di era modern ini disebabkan karena hilangnya keterlibatan hati dan spiritualitas saat menerima informasi.

"Manusia modern cenderung hanya menyerap informasi di permukaan tanpa memfilternya terlebih dahulu sehingga bukannya mencerahkan dan menenangkan, tumpukan informasi dan ilmu pengetahuan tersebut justru terasa kering serta menjauhkan manusia bahkan dari rasa syukur ataupun menyebabkan perselisihan,” jelas Ustaz Kusnan saat menjadi narasumber kajian Mutiara Pagi di RRI Madiun, belum lama ini.

Menyikapi kondisi tersebut, Ustaz Kusnan menegaskan bahwa Islam telah memberikan panduan universal dan sangat relevan, bahkan jauh sebelum internet ditemukan. Allah berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِيْنَ

Yā ayyuhallażīna āmanū in jā’akum fāsiqum binaba’in fatabayyanū an tuṣībū qaumam bijahālatin fatuṣbiḥū ‘alā mā fa‘altum nādimīn(a).

Artinya : "Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.

Dari ayat tersebut, Allah menegaskan dan memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk selalu meneliti kebenaran (tabayyun) ketika menerima suatu berita dari orang fasik. Perintah ini bertujuan agar umat tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan atau kecerobohan yang berujung pada penyesalan.

"Ayat ini menjadi pengingat keras bagi kita di zaman sekarang. Islam mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru menyebarkan berita, melainkan memeriksa kebenarannya terlebih dahulu,” ungkap Ustaz Kusnan.

Lebih lanjut, Kusnan juga menegaskan bahwa fenomena tersebut juga menunjukkan banyak orang yang jarinya lebih cepat menekan tombol share daripada menyaring. Selain itu juga sering kali, kita saat ini lebih cepat berkomentar, daripada memahami makna dari informasi tersebut.

Selain itu, kecerdasan akal dan kelimpahan ilmu yang baik juga tidak akan membawa keberkahan apabila tidak diiringi dengan zikir dan selalu mengingat Allah dalam hati. Dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Alladzīna āmanū wa taṭma’innu qulūbuhum bi-dzikrillāh, alā bi-dzikrillāhi taṭma’innul-qulūb

Artinya:"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

Tentu ayat tersebut juga menjadi pondasi yang kuat terkait bagaimana kita sebagai umat islam harus senantiasa mengingat Allah kapan saja. Bahkan sebanyak informasi yang bisa kita raih atau terima yang dapat menghadirkan ruang hampa dan kegelisahan, maka dengan mengingat Allah maka hati akan lebih tenang dan banyak hikmah atau kebaikan yang dapat diraih.

Pada akhir kajian, Ustaz Kusnan mengingatkan bahwa kehidupan manusia di dunia laksana seorang musafir yang hanya singgah sementara dan kelak akan kembali ke kampung halamannya, akhirat. Seluruh aktivitas digital, baik dalam menyebarkan maupun menerima informasi, akan dimonitor secara spiritual dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Oleh karena itu, budaya tabayyun dan keterlibatan hati harus menjadi pagar utama umat Muslim agar selamat di dunia dan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....