Saling Memaafkan pada Momen Lebaran, Sudahkah Memahami Keutamaan Silaturrahmi?
- 24 Mar 2026 05:10 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Ungkapan “minal aidzin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin” kerap terdengar saat perayaan Idulfitri. Secara makna, frasa minal aidzin walfaizin berarti “semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada fitrah) dan meraih kemenangan.” Sementara itu, “mohon maaf lahir dan batin” merupakan bentuk permintaan maaf atas segala kesalahan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi di dalam hati. Tradisi ini menjadi simbol penting dalam mempererat hubungan antarsesama, atau yang dikenal dalam Islam sebagai silaturahmi.
Dalam ajaran Islam, silaturahmi memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah An-Nisa ayat 1:
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi)...”
Ayat ini menunjukkan bahwa menjaga hubungan kekeluargaan merupakan perintah langsung dari Allah SWT dan menjadi bagian dari ketakwaan seorang hamba.
Selain itu, dalam Surah Muhammad ayat 22-23 juga disebutkan bahwa orang yang memutus silaturahmi termasuk golongan yang mendapat laknat dari Allah. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, khususnya keluarga.
Menurut Ustaz Amir Abdullah, silaturahmi bukan hanya sekadar tradisi tahunan saat Idulfitri, tetapi merupakan amalan yang memiliki dampak besar dalam kehidupan seorang Muslim.
| Baca juga: SMPN 9 Madiun Juara 2 Musik Tradisi FLS3N |
“Silaturahmi itu membuka pintu rezeki dan memanjangkan umur, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi. Namun yang lebih penting, silaturahmi membersihkan hati dari rasa dendam dan memperkuat persaudaraan,” ujarnya saat mengisi kajian Mutiara Pagi, Selasa, 24 Maret 2026.
Ia juga menambahkan bahwa momentum Idul fitri seharusnya dimanfaatkan untuk memperbaiki hubungan yang sempat renggang. “Ucapan ‘minal aidzin walfaizin’ bukan hanya formalitas, tetapi doa dan harapan agar kita benar-benar kembali suci dan menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.
Dalam praktiknya, silaturahmi dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari saling berkunjung, bertegur sapa, hingga memanfaatkan teknologi untuk menyambung komunikasi dengan kerabat yang jauh. Hal ini menjadi semakin relevan di era modern, di mana jarak bukan lagi penghalang untuk tetap terhubung.
Dengan memahami makna mendalam dari silaturahmi dan mengamalkannya secara konsisten, diharapkan masyarakat dapat membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis, penuh kasih sayang, serta diridhai oleh Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....